Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Minggu

Siap Menghadapi UAN tahun 2014

April 13, 2014 3
UAN atau kepanjangan dari Ujian Akhir Nasional gelaran ujian nasional Indonesia akan digelar esok hari. Tak terasa sudah masuk Ujian Akhir Nasional lagi. Ditengah-tengah polemik UAN pemerintah tetap melaksanakan Ujian Akhir Nasional pada tahun 2014 dengan alasan perlu ada ujian yang mengukur kompetensi peserta didik pada akhir masa belajar di satuan pendidikan. Komposisi penilaian juga masih sama dengan UAn tahun 2013 yaitu (UN:nilai sekolah) 60:40.

UAN tahun 2014

Jadwal pelaksaan UAn tahun 2014 untuk tingkat SMA/MA, SMK/MAK, dan SMALB dilaksanakan pada 14-16 April 2014. Untuk UN SMP, MTs, dan SMPLB dilaksanakan pada tanggal 5-8 Mei 2014. Jadwal lebih lengkap kami sajikan pada tabel berikut:


Jadwal Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2013/2014
SMA/MA, SMK/MAK, dan SMALB14-16 April 2014
22-24 April 2014(Susulan)
Program Paket CPeriode I14-16 April 2014
(IPA/IPS/Kejuruan)Periode II19-22 Agustus 2014
SMP, MTs, dan SMPLB5-8 Mei 2014
12-16 Mei 2014(Susulan)
Paket B/WusthaPeriode I5-7 Mei 2014
Periode II19-21 Agustus 2014


Sekarang pertanyaan, apakah siswa didik sudah siap UAN? Suka atau tidak suka maka siswa didik harus sudah siap: paling tidak ada beberapa hal yang seharusnya sudah dilakukan diantara adalah sebagai berikut:

Mengikuti pelajaran disekolah dengan baik; Walaupun tingkat penangkapan anak didik berbeda-beda setiap individunya. Dengan mengikuti pelajaran di sekolah secara teratur dan baik pasti akan ada manfaat di dalamnya. Percaya tidak percaya terserah anda.

Kuatkan pelajaran disekolah dengan memperbanyak latihan soal. Sekarang sudah banyak soal-soal latihan uan di jual di toko buku, online. Biasanya isinya adalah soal-soal uan di tahun-tahun sebelumnya. Jika melihat beberapa tahun kebelakang, soal Ujian Akhir Nasional tidak jauh berbeda dengan soal-soal sebelumnya. Bahkan bisa dikatakan hanya mengalami perubahan sekitar dua puluh lima persen hingga empat puluh lima persen saja. Konsep soal berbeda, tetapi maksud dan masalah sama. Jika biasa berlatih mengerjakan soal UAN, insya Allah ada manfaat didalamnya. Percaya tidak percaya terserah anda.

Jangan lupa berdo'a. Orang tua kita dulu yang Muslim suka, Nak Tahajjud minta tolong sama Allah supaya besok diberikan kemudahan ketika mengerjakan soal dan mendapatkan nilai akhir yang baik. Coba bayangkan, tidak sedikit anak yang setiap tahunnya nilainya biasa-biasa saja, namun begitu ujian akhir mereka lulus dengan nilaii yang cukup memuaskan, dan bahkan tidak sedikit anak yang selalu juara kelas ada yang tidak lulus ketika menghadapi UAN. Mungkin faktor inilah yang tidak pernah disadari. Segala sesuatu Allah yang menentukan. Percaya tidak percaya terserah anda.

Sepertinya hanya itu yang bisa disampaikan, Selamat menempuh Ujian Akhir Nasional siswa Didik Indonesia. Semoga Berhasil dan tetap semangat. Bila ada yang memiliki kiat lain menghadapi Ujian Akhir Nasional silahkan berbagi di kolom komentar.

Sumber gambar: Anak SMP Mengerjakan Kerajinan Sulam

Kamis

Lomba Mewarnai 3 Warna 3 Tahun Bersahabat Balikpapan TV

Februari 20, 2014 2
www.hennyfaridah.name - Lomba Mewarnai 3 Warna 3 Tahun Bersahabat Balikpapan TV. Tepat hari minggu 16/02/2014 TK Jam'iyyatul Mustaqiem tempat dimana Muhammad Hibatullah Hibrizi anak kami bersekolah mendaftarkan untuk mengikuti lomba mewarnai.

Bertempat di Plaza Balikpapan lomba diadakan untuk memperingati hari ulang tahun Balikpapan TV yang ke 3. Dengan tema yang membuat lebih dekat dengan masyarakat Balikpapan, yaitu 3 Warna 3 Tahun Bersahabat. Selamat Ulang Tahun yang Ke 3 untuk Balikpapan TV, semoga semakin memberikan warna yang lebih beragam setiap tahunnya.

Lomba Mewarnai 3 Warna 3 Tahun Bersahabat Balikpapan TV

Dengan tema yang ada. Lomba menggambar dan mewarnai pun disesuaikan dengan tema. Hanya dengan 3 warna, yaitu merah kuning dan biru. Rizi masuk dalam kategori lomba mewarnai termasuk untuk seluruh peserta. Gambarnya ada tv dengan logo Balikpapan TV. Kriteria penilaian adalah siapa yang paling mirip atau mendekati dengan warna logonya, kerapihan, gradasi warna. Memang warna logo Balikpapan TV adalah merah biru dan kuning. Setiap peserta diminta untuk memperhatikan logo BTV yang ada disekitar. Dengan kriteria seperti ini, kami sudah yakin Rizi sangat sulit, sebab memang Rizi selalu merasa kreasi warnanya sesuka hatinya saja, selain itu juga Rizi belum mengerti dengan gradasi warna. Masih di TK A membuatnya lebih senang untuk bebas berkreasi. Namun kami selalu membuatnya tetap nyaman, warnai saja menurut Rizi yang dianggap bagus. Ini seperti ketika mengikuti lomba Gelaran Art Creative T-Shirt 2013 Yang penting Rizi Happy mengikutinya. Menang Kalah bukan saatnya untuk hari ini.

Setelah proses mewarnai selesai kami bergegas pulang. Keesokan harinya saja dengar pengumuman dari gurunya di TK. Setiap selesai lomba mewarnai kami selalu bertanya "Rizi happy nggak?" Dia jawab " happy dong bunda". Cukup itu saja. Jika menjadi juara ya itu sebagai bonus. Tapi kami juga heran setiap mengikuti lomba mewarnai, ada saja orang tua yang berambisi agar anaknya menang, sampai sampai harus berlaku curang, terkadang membuat anaknya sampai menangis.

Keesokan harinya Rizi disekolah gak sabar untuk menanyakan gurunya siapa yang menang. Ketika pulang dari sekolah, kami tanya "siapa Zi yang menang?" dijawab dengan santai "yang menang kelas kakak kakak (TK B) kelas adek gak ada yang menang. Nanti ikut lagi kalo ada ya yah". Sudah biasa. Hanya untuk bersenang senang dengan anak.

Jadi semua hanya untuk have fun saja. Sebenarnya nilai dari setiap lomba mewarnai ini adalah memberikan kesempatan kepada anak untuk berani, berkreasi menurut kemampuan diri sendiri. Sebagai orang tua sebaiknya tidak turut campur dalam lombanya apalagi sampai berbuat curang. Dengan demikian orang tua akan mengetahui sebenarnya bakat anak dalam seni seperti apa. Kedepannya kita bisa mengetahui mana jalur yang cocok untuk anak menempuh pendidikannya.

Itulah sedikit cerita dari mengikuti Lomba Mewarnai 3 Warna 3 Tahun Bersahabat Balikpapan TV. Happy Blogging and have read and have fun...

Anak TK Sudah Wajib Baca Belum ya? Ya Belum!

Desember 12, 2013 5
Banyak pertanyaan muncul dari Orang Tua murid TK. Apakah anak TK sudah wajib baca? Secara psikologis seharusnya belum. Lalu mengapa banyak anak TK sudah ditekan oleh beberapa orang tuanya untuk belajar membaca? Pada dasarnya ini bergantung dari orang tua masing masing.

Kejadian seperti untuk saat ini sudah semakin sering ditemui. Teringat ketika Rizi baru masuk TK Nol Kecil. Akhirnya bertemu juga dengan beberapa orang tua murid. Ternyata bukan sebuah aturan yang mewajibkan anak mereka harus bisa membaca atau belajar membaca, karena memang di TK belum waktunya untuk belajar membaca. Guru guru TK pun tidak ada yang mengajarkan untuk membaca, karena memang belum waktunya untuk belajar membaca bagi murid TK. Usut punya usut ternyata ketika masuk SD ada seleksi yang terkadang anak juga ditanya apa sudah bisa membaca? Jadi heran... Koq bisa? Di TK tidak diajarkan membaca bagaimana bisa membaca. Saya tuh suka bilang "ni yang koplak siapa ya?".

sebuah pertanyaan sosial pendidikan yang harus dijawab, Anak TK Sudah Wajib Baca Belum ya? Ya Belum!. Siapa yang mau jawab, diskusi saja.

Ternyata budaya ini juga didukung oleh ego orang tua yang begitu bangganya bila anak sudah bisa membaca ketika masih TK. Suka dengerkan "Anak saya sudah bisa baca lho jeng", atau ketika ada arisan anak suka dipanggil lalu di tanya "... Ini bacanya bagaimana?". Ditambah lagi banyak iklan-iklan susu formula yang anaknya masih kecil sekitar umur tiga sampai empat tahun pastinya tapi sudah bisa macem macem, seolah-olah anak kecil bisa koq dengan ini itu padahal belum umurnya. Apalagi anak jaman sekarang.

Hal ini juga didukung dengan banyaknya bimbingan belajar calistung (baca tulis hitung). Yang ketika saya coba lihat ternyata banyak anak-anaknya yang masih usia TK bahkan belum usia TK, dan yang lebih mengenaskan ada anak yang seperti dipaksa. Jadi salah siapa ya?

Beberapa waktu lalu ada pertemuan orang tua murid dengan psikolog. Dengan konsultasi yang diberikan akhirnya jawaban diberikan. Dari semua penjelasan diatas, sebenarnya tidak yang salah. Namun perlu diperhatikan beberapa hal berikut:
  • Anak TK belum waktunya untuk diajarkan membaca.
  • Jika anak TK belajar membaca, pastikan bahwa tidak ada unsur paksaan didalamnya.
  • Jangan bangga anak anda umur lima tahun sudah bisa membaca, khawatirlah nantinya timbul rasa bosan belajar disaat dia harus belajar, karena lebih memilih bermain yang disebabkan waktu bermainnya saat kecil digunakan untuk belajar bahkan dengan unsur paksaan.
  • Anak usia TK adalah usia lima hingga tujuh tahun, karena sistem pembelajaran tahun 2013 usia masuk SD adalah saat anak dengan usia minimal tujuh tahun.
  • Bentuk pelajaran anak usia TK adalah pembelajaran kemandirian seperti makan sendiri, buang air kecil sendiri, mendengarkan perintah, memakai baju sendiri.

Jelaskan semuanya? Ini hanya tulisan berbagi, bukan untuk menggurui.

Dengan menulis artikel ini. Jadi ingat dulu waktu kecil. Saya tidak pernah sekolah TK, sebelum masuk SD saya kerjaannya main. Sempet juga jualan kue basah bersama kakak. Baru belajar baca pas kelas satu sekolah dasar (SD). Yang seangkatan mungkin pernah dengar kalimat kalimat ini.
Ini budi
Ini ibu budi
Ini bapak budi
Ini wati, wati kakak budi
Ini iwan, iwan adik budi

Well, terima kasih sudah membaca artikel ini. Silahkan berbagi di kolom komentar ya. Happy blogging and Yuk Keep Smile.

Kredit gambar: 123RF.Com

Sabtu

Usia Cukup Bagi Anak untuk Belajar Puasa

Juli 20, 2013 2
Dalam beberapa perbincangan orangtua mengenai anaknya yang sudah mulai berpuasa. Banyak orangtua yang begitu bangga ketika anaknya masih kecil sudah bisa belajar berpuasa, bahkan tidak sedikit justru anaknya yang meminta untuk berpuasa. Subhanallah, bersyukurlah orangtua yang memiliki anak demikian dan Insya Allah menjadi anak yang sholeh. Terlepas dari itu semua timbul pertanyaan, sebenarnya usia berapakah yang ideal untuk anak mulai belajar berpuasa?

Kondisi mental setiap anak akan berbeda-beda satu sama lainnya. Kekuatan fisik juga mempengaruhi. Maka sah sah saja bahwa anak yang usianya masih dini sudah bisa berpuasa. Namu perlu diingat bahwa usia anak 0 – 5 tahun adalah usia dimana mereka membutuhkan banyak nutrisi untuk tumbuh kembang mereka. Usia 5 – 8 tahun usia dimana mulai membutuhkan penyesuaian dalam kondisi fisik yang dimiliki. Maka tak mengapa jika anak dibawah usia 8 tahun atau bahakan dibawah lima tahun mulai belajar berpuasa, yang perlu diperhatikan adalah menjaga nutrisi yang dibutuhkan anak tetap tercukupi selama menjalankan proses belajar berpuasa.

Puasa

Misalkan saja pada tahap awal anak belajar berpuasa boleh minum dulu tetapi makannya setiap ¼ hari agar anak tidak keurangan cairan yang memang banyak dibutuhkan anak dalam masa tumbuh kembangnya apalagi terhadap anak yang cukup aktif.

Pastikan juga bahwa asupan nutrisi vitamin, mineral dan serat tercukupi ketika sahur, sehingga waktu bertahan makanan dalam usus bisa lebih lama sehingga rasa kenyang juga bisa lebih lama. Walaupun puasa setiap setengah hari.

Dengan demikian walaupun anak sudah belajar berpuasa, asupan gizi tetap tercukupi. Insya Allah ketika sudah berusia 8 tahun sudah bisa mulai berpuasa seperti orang dewasa, atau bahkan jikabisa sebelum usia delapan tahun sudah bisa berpuasa penuh satu hari.

Bagaimana dengan anak anda??? Silahkan berbagi di kolom komentar ya...

Jumat

M-Edukasi dari Kemdikbud sebagai Alternatif dari Edukasi.Net

Januari 25, 2013 4

Sebelumnya pernah dituliskan Materi Pelajaran Sekolah Gratis dari Edukasi.Net (Free Download) yang ternyata saat ini sudah tidak bisa digunakan lagi. Sejak tulisan ini dibuat kami juga belum mengetahui apa penyebabnya, apakah domain sudah tidak diperpanjang atau memang pengalihan layanan. Namun untuk saat ini ada alternatif lain yang tidak kalah baiknya atau bisa jadi sama yaiu M-Edukasi.Net yang lihat dari tag Titlenya adalah milik Kemdikbud.

M-Edukasi.Net adalah layanan konten mobile untuk materi pendidikan, jadi lebih atraktif jika melihatnya. File yang di download berupa Flash .Swf. Jadi memang dikhususkan untuk penggunaan konten mobile phone. Tapi jangan khawatir, konten juga bisa koq dilihat di komputer atau laptop, nanti akan dijelaskan caranya.

Konten yang ditawarkan bisa berupa game, video flash dan konten M-Kit untuk Guru, sehingga konten ini juga cocok untuk Guru Sekolah (Pengajar). Untuk mendapatkan konten kita hanya perlu mendownloadnya dan menyimpannya di Mobile Aplikasi atau Handphone. Tinggal klik aja dan lihat bagaimana bentuknya.

Dengan pengembangan materi pelajaran sekolah berbasis flash dan java maka diharapkan proses pembelajarannya bisa menjadi menyenangkan dan mudah serta fleksibel terhadap tempat dan waktu. Diharapkan juga bisa memenuhi fungsi Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) - aplikasi quantum learning.

Khusus Pengguna Komputer dan Laptop.

Walaupun M-Edukasi.net khusus untuk media mobile bagi proses pembelajarannya, namun untuk pengguna komputer atau laptop juga bisa menggunakan kontennya. Berikut akan di berikan tulisan tentang bagaimana membuka konten M-Edukasi.Net di Komputer dan Laptop, karena bagaimanapun akan terasa lebih enak jika membukanya dengan komputer atau laptop.

Apakah anda sudah mendownload konten di m-edukasi.net? Apakah anda ingin menjalankanya di computer bukan di HP? Kalau jawabanya ya silahkan dilanjutkan membaca artikel ini. Flash Lite adalah file Flash yang dapat dijalankan mengunakan HP. Kalau kita membuatnya sendiri dalam artian memiliki file aslinya (fla) kita dapat mencobanya di emulatornya Program Flash. Trus kalau kita hanya memiliki swfnya saja? Sedangkan kita akan mencobanya di computer gimana caranya?

Komputer anda memiliki flash player murni
Flash player murni ini berarti ada memiliki program untuk membuat file swf atau program Flash. Bila ini yang ada dalam computer anda langsung aja dalam windows explorer double klik file tersebut. Kalau file itu dalam kondisi baik maka akan segera muncul tampilan dari file flash lite tersebut. Tombol pengganti keypad Hpnya, gimana? Tunggu dulu, lanjutkan dulu membacanya!

File swf tidak dapat didouble klik
Bila komputer anda dapat menampilkan banner bergerak saat memasuki site tertentu mengunakan web browser (mis internet explorer, mosila fire fox, opera dll). Ini berarti telah ada flash player dalam komputer anda. Kita dapat membuka file swf mengunakan bantuan internet browser. Caranya dalam windows explorer klik kanan file lalu pilih open with >> internet explorer (atau web broser favorit anda). Bila ada tanda bahwa ada block konten dengan tanda bar kuning di bagian atas, allow saja block tersebut. Kalau file itu dalam kondisi baik maka akan segera muncul tampilan dari file flash lite tersebut didalam web browser anda. Tombol pengganti keypad Hpnya, gimana? Tunggu dulu, lanjutkan dulu membacanya!

Bila tetap tidak bisa
Bila browser anda tidak bisa membaca file flash, biasanya akan ada perintah untuk menambahkan plugin Adobe Flash Player yang dapat di unduh di web resminya Adobe. Perbaharui flash player anda kemudian ulangi langkah sebelumnya.

Penganti tombol keypad HP
Sebenarnya tidak ada yang berubah dalam mengunakannya. Perhatikan uraian berikut ini



Tombol Softkey kiri HP = tombol PgUp keyboard
Tombol Softkey kanan HP = tombol Pgdn keyboard
Tombol numerickey HP = tombol numerik keyboard
Tombol panah navigationkey HP = tombol panah keyboard
Tombol tengah navigationkey HP = tombol enter keyboard
Bila ada gambar tombol dalam aplikasi flash lite kita dapat mengkliknya mengunakan mouse atau dengan mengunakan tombol tab dilanjutkan panah keyboard kemudian tekan enter untuk mengkliknya. Untuk menuliskan teks kita tidak perlu mengetik numeric berkali-kali layaknya HP tapi kita bisa mengetikkan huruf yang diinginkan langsung pada keyboard.

Cara ini dari flashbegin.com

Nah, bagi yang selama ini terbiasa dengan Edukasi.Net, kemudian mengalami kesulitan karena memang domain dan layanan yang diberikan sudah tidak bisa digunakan, maka alternatif m-edukasi.net bisa digunakan.

Selamat mencoba, semoga bermanfaat.

Rabu

Ketika Status RSBI dan SBI Dihapus

Januari 16, 2013 5
Baru baru ini dunia pendidikan Indonesia kenbali membuat sejarah, ntah itu sejarah yang baik atau sebaliknya. Yang pasti setelah ada keputusan dari Mahkamah Konstitusi bisa menjadi sebuah keputusan yang dianggap baik bagi sebgian orang dan keputusan yang sangat disayangkan bagi sebagian yang lain.

Ilustrasi: 123RF
Mungkin banyak orang yang tidak mengetahui bagaimana sebenarnya atau apa sih sekolah yang berstatus RSBI / SBI?

Dari sumber yang kami dapat bahwa ada perbedaan karakteristik penetapan sekolah sebagai sekolah standar nasional, rintisan sekolah bertaraf international dan sekolah bertaraf international. Dari latar belakang pendidik saja sudah berbeda, SBN hanya mensyaratkan pendidikan minimal S1 sedangkan RSBI dan SBI minimal S2. Di RSBI dan SBI menggunakan Bilingual atau dua bahasa dalam penyampaian materi pendidikan termasuk materi pendidikan berbasis teknologi terkini. Nilai akhir ujian juga memiliki standar nilai yang berbeda. Itu belum dengan sarana dan prasarana yang dimiliki serta bantuan pemerintah terhadap sekolah tersebut.

Jika berdasarkan keterangan di atas memang baik penetapan sekolah sebagai RSBI atau SBI, namun yang sangat disayangkan dari RSBI adalah adanya kewenangan bagi sekolah berstatus RSBI atau SBI memungut biaya lebih dari para siswanya. Hal ini yang menjadi sebuah nilai ketidakadilan bagi semua lapisan masyarakat untuk.bisa mengakses pendidikan dengan perlakuan yang sama.

Bahkan sampai terdengar berita bahwa sekolah memungut biaya lebih untuk meningkatkan sarana dan prasarana bagi siswa agar enak dalam mengikuti proses belajar mengajar, yang otomatis juga membuat nyaman guru dan para pengajar. Sebagai contoh, ada sekolah RSBI dan SBI yang semuanya dilengkapi dengan AC. Jika demikian jangan harap bahwa sekolah SBN bisa merasakan sarana dan prasarana yang sama dengan sekolah RSBI atau SBI.

Seharusnya sebuah status bisa menunjukkan bahwasanya sekolah RSBI ataupun SBI adalah sekolah yang memang berkualitas tanpa ada embel embel yang bisa bersekolah di RSBI atau SBI adalah anak-anak orang kaya. Sehingga kewenangan sekolah memungut biaya lebih harus dihilangkan. Bahkan anak tidak mampu yang memiliki prestasi bisa menjadi prioritas tanpa harus menghilangkan sisi komersialnya. Komersial disini makudnya adalah boleh memungut biaya lebih dan menyandang status RSBI atau SBI sebagai alat promosi mencari Siswa baru, sehingga ada timbal balik antara yang mampu dan tidak mampu. Sebab anak yang mampu juga belum tentu bisa mengikuti pelajaran dengan baik jika memang tidak berprestasi. Sudah banyak anak yang memiliki orang tua yang mampu tidak bisa mengikuti pelajaran di sekolah dengan baik. Nah anak yang tidak mampu jika memang berprestasi tetap boleh menikmati sekolah di sekolah dengan status RSBI atau SBI dengan biaya murah atau bahkan GRATIS. Jadi ada keseimbangan antara Social dan Commercial. Sehingga dengan demikian tanpa putusan hukum status sekolah mahal dan murah akan berubah. Bahkan jika kita lihat bersama sejak dulu sebelum ada RSBI dan SBI sudah terlihat sekolah yang mahal dan sekolah yang murah, Sekolah utama dan sekolah pinggiran. Hanya prestasi yang mampu mengangkat sekolah pinggiran. Maka sudah sewajarnya Pemerintah juga bisa memberikan ruang untuk seklah pinggiran berkancah di dunia prestasi, terutama dana, sarana dan prasarana.

Selain daripada itu juga, Pemerintah bisa lebih memperhatikan sekolah dipinggiran atau sekolah-sekolah yang tidak begitu dikenal oleh masyarakat yang memiliki daya terbatas. Jika ada sekolah yang rusak segera diperbaiki. Sarana dan prasarana dipenuhi dengan baik.

Bagaimana ketika SBI dan RSBI dihapus? buat saya, jawabannya sama saja. Akan tetap ada diskriminasi pendidikan bagi masyarakat Indonesia. Paling tidak ada usaha memberikan ruang bagi yang berprestasi tetapi tidak mampu. Itu saja harapannya....

Ini hanya opini, tidak mendukung salah satu putusan, hanya membuat pikiran yang berbeda dan saling berinteraksi.

Happy Blogging...

Senin

Mencari Profesionalitas, Kompetensi, Sertifikasi, Kecocokan dan Ketepatan

November 26, 2012 11
Pendidikan merupakan hal mendasar yang dibutuhkan setiap manusia, walaupun cakupannya cukup luas karena pendidikan saat ini tidak hanya pada lembaga formal dan lembaga informal namun juga pada aspek kehidupan sehari-hari seperti yang kita pernah dengar ada yang namanya pendidikan dalam keluarga. Namun yang selalu menjadi kebutuhan utama pada banyak manusia adalah pendidikan dari lembaga formal seperti sekolah. Sebagai kebutuhan sekunder adalah lembaga non formal seperti tempat kursus dan bimbingan belajar.

Pada posisi tertentu, banyak yang menjadi pertanyaan. Manakah pendidikan tersebut yang sebenarnya berguna dimasa mendatang atau bisa menjadi penopang kehidupan dimasa mendatang yang menjadi akhir sebuah tujuan pendidikan. Pertanyaan yang begitu sulit untuk menemukan jawaban yang pasti karena begitu banyak pendapat juga tentang hal ini. Apalagi ditambah dengan semakin berkembang ilmu dalam pendidikan.

hari-guru-indonesia
Ilustrasi: Dok (123RF)

Akhirnya banyak hal ditempuh untuk memberikan nilai terbaik pada pendidikan. Maka dicarilah sosok pendidik yang profesional, berkompetensi, bahkan memiliki sertifikat untuk bukti kompetensi yang dimiliki. Ternyata itu semua belum tentu bisa memberikan progres untuk nilai pendidikan. Sebenarnya ada nilai dari sisi kemanusiaan yang bisa melengkapi ketiga hal yang telah disebutkan. Sebuah kecocokan dan ketepatan dalam mendidik juga bisa mempengaruhi hasil sebuah proses pendidikan. Hal ini dikarenakan setiap manusia memiliki karakteristik yang berbeda.

Dalam satu kelompok proses pendidikan, jika ada satu, dua atau tiga bahkan lebih individu yang tidak mendapatkan nilai pendidikan mungkin bukan salah individu tersebut. Bisa jadi ada nilai kecocokan pendidik dengan individunya atau ketepatan cara dan metode pendidikan yang diberikan. Maka anda bisa melihat dengan bermunculannya lembaga non formal bimbingan belajar. terkadang anak yang memiliki nilai pendidikan pada lembaga formal bisa menjadi baik ketika mendapatkan proses pendidikan di lembaga nonformal. Apa yang salah ya? Silahkan saja anda renungkan.

memang tidak salah mencari Profesionalitas, Kompetensi dan Sertifikasi. Tapi jangan lupa berikan Kecocokan dan Ketepatan pada sisi manusia. Anak kecil saja bisa memilih untuk bermain, dengan bundanya atau ayahnya.

Pernahkah anda mendengar kata-kata "Setelah anak saya les di blablabla, sekarang nilainya jadi lebih baik." Mungkin nilai inilah yang ada pada tempat kursusnya. benar atau tidak tergantung anda yang menilainya.

Bahkan teman saya pernah bercerita, memiliki tetangga, yang hanya bersekolah hanya sampai tingkat SLTP, tetapi mengapa hidupnya menjadi lebih nyaman. Sampai teman saya berkata, penghasilannya melebihi sarjana. Ternyata pengalaman bisa menjadi pendidik yang terbaik, jika kita bisa mengambil hikmah.

Tulisan agak ngasal, tapi bisa jadi benar.
Selamat Hari Guru Indonesia25 Nopember 2012Untuk Istriku Tercinta dan Guru Bangsa di Seluruh Indonesia
Berikan yang Terbaik Untuk Bangsa
Jika anda memiliki anak, ternyata terlihat lebih rendah (maaf, bodoh) belum tentu anak anda bodoh. Cari hal yang cock dan tepat untuknya. Anda orangtuanya, tentunya anda akan lebih tau.

Happy Blogging semua.....

Tag:
Hari Guru Indonesia Kompetensi Guru Sertifikasi Guru Bimbingan Belajar Lembaga Kursus Pendidikan Pendidikan Anak Pendidikan Guru Pendidikan Formal

Kamis

Mencari Kerja atau Berwirausaha

Mei 03, 2012 17
lowongan kerja, jobs & careerDari waktu ke waktu semakin banyak lulusan pada bidang yang beragam, namun jumlah lulusan tersebut tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang siap diisi oleh para lulusan tersebut, terlebih dalam segi pengalaman mereka harus bersaing kembali dengan para senior yang telah memiliki pengalaman lebih.

Jalan lain yang bisa ditempuh untuk menghindari hal ini adalah dengan berwirausaha, namun sepertinya sangat sedikit yang mau melirik ke pilihan kedua ini. Banyak faktor yang mempengaruhinya, antara lain modal, kecakapan dan ilmunya yang pasti. Padahal jika mereka tahu, banyak sekali para pengusaha yang latar belakang pendidikannya sangat jauh berbeda dengan bisnis yang meeka geluti. Tapi pilihan adalah hak setiap manusia. Pilihan banyak jatuh kepada pilihan pertama, maka banyak juga yang mencari informasi lowongan kerja terbaru ketimbang peluang bisnis yang ada. Normal....

Saya pernah bertemu dengan seorang sahabat yang sudah lama bekerja di perusahaan yang cukup bonafid saya pikir. Namun ketika memutuskan hendak mengundurkan diri, saya tawarkan bagaimana jika anda berbisnis saja setelah keluar. Ternyata masih banyak keraguan di matanya. Ooooo, ketika itu sahabat saya bertanya adakah informasi lowongan kerja terbaru. Akhirnya saya tunjukkan sebuah web informasi lowongan kerja kaltim karena memang kami tinggal diKaltim.

Seperti yang saya tuliskan di atas bahwa pebisnis juga bisa sama dengan pencari kerja, bisa sesuai dengan latar belakang pendidikannya ataupun tidak. Yang pasti lihat saja mana lowongan kerja yang menjanjikan. Pertanyaan buat anda, Mana yang anda pilih untuk mencari Kerja atau Berwirausaha???

Suskes untuk anda.

Foto: 123rf

Jumat

Materi Pelajaran Sekolah Gratis dari Edukasi.Net (Free Download)

Agustus 12, 2011 18
materi_pelajaran_sekolah_gratis_edukasi_net_seperti_buku
Ilustrasi : Dok (123rf)
Bahan Ajar pada Pelajaran Sekolah saat ini sudah mulai beragam bentuknya. Salah satunya adalah E-Book (Electronic Book) atau buku elektronik. Saat ini Kementrian Pendidikan Nasional telah menyediakan layanan bahan atau materi pelajaran sekolah dengan bentuk e-book. Semua bisa di download secara gratis. Bisa di pilih sesuai kategori, jenjang pendidikan dan jenis pendidikannya.

http://e-dukasi.net/ adalah sebuah layanan yang diberikan oleh Kementrian pendidikan Nasional. Hanya dengan membuka websitenya. Pilih bahan belajar kemudian pilih materi pokok, kemudian anda akan masuk pada halaman yang memperlihat Jenjang pendidikan yang ada beserta mata ajar pada setiap jenjang yang ada. Misalkan anda memilih Sekolah Dasar kelas IV dengan mata ajar IPA. Setelah itu anda masuk pada halaman yang menyajikan materinya dengan judulnya msing-masing. Tinggal klik aja judulnya anda akan dibawa pada halaman khusus tentang materi yang di pilih, Misalkan Judulnya adalah PANAS.

Pada halaman materi anda akan diberikan daftar isi yang memuat Kompetensi yang harus didapat setelah membaca materi ini. Isi dari materi yang akan diajarkan atau dibaca oleh siswa dilengkapi dengan gambar bila perlu. Kemudian setelah materi ada latihan soal yang berupa pilihan ganda - tinggal klik button mulai maka anda akan dibawa pada soal-persoal. Bila sudah siap anda bisa melakukan tes pada anak didik hanya dengan memasukkan nama pada kolom nama, kerjakan soalnya bila sudah siap.

Edukasi dot net juga menyediakan link untuk mendownload materi yang anda inginkan. Silahkan lihat pada sebelah kanan atas setiap halaman materi yang anda pilih. Ada gambar download dan klik aja. Tetapi sebelum mendownload anda harus mendaftar dulu dan login ke akun anda.

Materi belajar dari pelajaran sekolah setiap jenjang adalah salah satu layanan yang diberikan. Di edukasi dot net anda juga bisa memilih kategori layanan yang lain seperti pengetahuan populer, modul online, bank soal, uji kompetensi, multimedia interaktif, VOD dan pendukung BSE.

Edukasi dot net bolehlah saya sarankan untuk anda sebagao guru, siswa, orang tua siswa dan juga pemerhati dunia pendidikan. Semoag informasi ini bermanfaat ya. Happy Blogging.

Update: 20 Desember 2012
Website http://www.e-dukasi.net tidak dapat diakses- DNS problem, sepertinya website sudah tidak aktif lagi.

Update: 25 Januari 2013
Alternatif lain anda bisa baca tulisan kami dengan judul: M-Edukasi dari Kemdikbud sebagai Alternatif dari Edukasi.Net

Tag: edukasi pelajaran bahan ajar mata ajar sekolah free download materi belajar kompetensi bank soal latihan modul pengetahuan

Kamis

Pendidikan Keluarga; Pendidik & Alat Pendidikan

Juli 14, 2011 12
Pendidikan menurut Langeveld adalah setiap usaha, bantuan, pengaruh, sarana dan perlindungan yang diberikan kepada anak untuk tujuan mendewasakan anak itu sendiri, atau lebih tepatnya adalah untuk memberikan bekal atau kecakapan kepada anak dalam menjalankan tugas hidupnya itu sendiri. Menurut Ki Hajar Dewantara Pendidikan yaitu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. Satu lagi pengertian menurut J.J. Rousseau Pendidikan adalah memberi kita perbekalan yang tidak ada pada masa kanak-kanak, akan tetapi kita membutuhkannya pada waktu dewasa.

Dari semua pengertian pendidikan diatas bertujuan utama adalah perbekalan anak pada masa yang akan datang untuk menjalani tugas hidup baik bermasyarakat dan bersosial. Satu kata yang tepat pada pendidikan adalah memberikan kecakapan, ini menunjukkan bahwa pendidikan bukan membuat seseorang harus menjadi pintar tetapi memberikan kecakapan. Setiap pendidikan dimulai dengan tahapan dan proses memberikan pengaruh dan bantuan serta perlindungan. Yang paling pertama memberikannya adalah keluarga, karena itulah menurut Blog Keluarga dan yang namanya Pendidikan Keluarga.

Untuk bisa melaksanakan pendidikan keluarga diperlukan alat pendidikan dan pendidik untuk bisa memberikan yang namanya usaha, pengaruh, bantuan, perlindungan dan sarana yang diperlukan anak dalam pendidikan guna mendapatkan kecakapan yang sesuai dimasa mendatang.

Pendidik
Pendidik adalah orang yang memikul pertanggungjawaban untuk mendidik. Menurut Dwi Nugroho Hidayanto, menginventarisasi bahwa pengertian pendidik meliputi: Orang Dewasa, Orang Tua, Guru, Pemimpin Masyarakat, Pemimpin Agama. Maka bisa di kelompokkan dalam pendidikan keluarga pendidik meliputi orang yang lebih tua seperti ayah, ibu, dan kakak serta orang tua yang ada di rumah. Pendidik yang baik paling tidak memiliki karakteristik seperti kematangan diri yang stabil dan kematangan sosial yang stabil. Kematangan diri bertujuan memberikan contoh kemandirian sedangkan kemandirian sosial memberikan contoh dan sikap kepada orang lain. Kematangan mendidik dalam hal hubungannya dengan anak, cinta kasih dan membuat nyaman anak dalam menerima pendidikan. Kematangan utama adalah untuk memberikan teladan dan contoh yang baik.

Alat Pendidikan
Pada dasarnya alat pendidikan aspeknya sangat luas, tidak hanya merujuk pada alat yang berbentuk fisik saja, namun juga alat yang tidak berbentuk fisik sangat memberikan dampak yang lebih pada anak.

Alat Pendidikan Non Fisik
Alat disini tidak memiliki bentuk fisik yang terlihat tetapi dapat dirasakan. Berikut alat pendidikan non fisik yang didapat dalam keluarga:
Sebuah sikap dan aturan yang dibuat dalam keluarga, dalam aturan dan sikap ini bisa diberikan seperti hukuman, pujian, contoh bersikap, nasihat, teladan, larangan dan perintah.
Lingkungan dimana diberikan pendidikan, membuat lingkungan keluarga menjadi nyaman maka diharapkan pendidikan yang baik bisa dijalankan dengan nyaman juga.

Alat Pendidikan Fisik
Alat pendidikan fisik dalam keluarga adalah bentuk-bentuk benda fisik yang ada dirumah untuk dijadikan alat pendidikan. Misalkan pemotong kuku untuk mengajarkan kepada anak memotong kuku, sapu untuk mengajarkan anak membersihkan lantai dan alat alat yang lain.


Ref:
http://id.wikipedia.org/wiki/Dasar_Pendidikan
http://wawan-junaidi.blogspot.com/2010/11/macam-macam-alat-pendidikan.html
http://starawaji.wordpress.com/2009/05/21/alat-alat-pendidikan/

Tag: pendidikan alat pendidik anak contoh lingkungan fisik non

Selasa

Cuci Tangan Cara Efektif Menghindari Penyakit

Mei 31, 2011 8
Perlukah kita mencuci tangan dengan sabun saat hendak makan, padahal tangan kita terlihat bersih ? Faktanya, tangan yang terlihat bersih tidaklah benar-benar bersih. Jutaan virus, kuman sampai telur cacing bersarang di area permukaan kulit tangan dan sela-sela kuku. Bisa jadi kita tidak sadar telah menyentuh fasilas umum seperti pegangan tangga, gagang pintu, telephon, tobol lift, memegang uang yang biasanya merupakan tempatnya bersarang kuman-kuman penyakit. Jadi... tangan bersih.. belum tentu steril.

Indonesia termasuk rendah tingkat kesadaran perilaku hidup bersih sehat (PHBS). Akibatnya, 90 % masyarakat Indonesia mengidap cacingan. 47,2 % anak usia 5-9 tahun anemia dan diare.

Terdapat empat jenis cacing perut antaranya gelang, kremi, tambang dan cambuk. Mereka masuk melalui kuku, sela-sela kuku, lalapan sayur mentah dan air sungai.

Bagaimana Cara Cuci Tangan Yang Baik cucilah tangan dengan menggunakan air yang mengalir (bukan dengan menggunakan kobokan), gosoklah tangan dengan menggunakan sabun (sabun terbukti dapat mempercepat hilangnya bakteri, minyak, lemak yang ada di atas permukaan kulit), jangan lupa menggosok daerah di sekitar punggung tangan, sela-sela jari dan kuku. Bilas lagi tangan dengan menggunakan air yang mengalir, Matikan keran air dengan menggunakan siku bukan menggunakan tangan (handle kran disesuaikan), jangan mengeringkan tangan dengan menggunakan handuk (cukup diangin-anginkan saja).

Kapan kita wajib mencuci tangan
  1. Sebelum dan sesudah makan
  2. setelah BAK atau BAB
  3. sepulang dari berpergian
  4. Memegang fasilitas umum
  5. Setelah menjenguk orang sakit
  6. Setelah menggantikan popok bayi
  7. sebelum membuatkan susu bayi
Selain mencuci tangan dengan sabun, saat ini telah banyak produk pembersih tangan yang bisa digunakan secara instan, namun jika anda masih ragu dengan produk-produk tersebut sebaiknya anda mencuci tangan saja. Bukan mustahil ada juga orang-orang yang ragu dengan kualitas air keran di rumah. Maka produk pembersih tangan instan bisa anda gunakan.

Semua pilihan mencuci tangan tergantung pada anda, yang pasti satu tujuan untuk kesehatan kita harus mencuci tangan. Tidak ada salahnyakan bila kita selalu mencuci tangan.

Sabtu

Komite Sekolah, Peran Orang Tua Dalam Pendidikan

Mei 07, 2011 10
Komite Sekolah sebagai wadah berkumpulnya para wali siswa untuk memberikan kontribusi terhadap kegiatan belajar mengajar di sekolah. Komite Sekolah mendapat perhatian khusus dari pemerintah dengan dikeluarkannya peraturan perundang-undangan mengenai Komite Sekolah. Diharapkan dapat dimanfaatkan oleh setiap unit pendidikan sekolah.

Komite Sekolah dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional (Propenas). Komite Sekolah dibentuk di setiap satuan pendidikan atau kelompok satuan pendidikan. Keberadaan Komite Sekolah kini telah diperkuat dari aspek legal karena telah dicantumkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tantang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu pada Pasal 56.

Komite Sekolah dibentuk agar ada suatu organisasi masyarakat sekolah yang mempunyai komitmen dan loyalitas serta peduli terhadap peningkatan kualitas sekolah. Komite Sekolah yang dibentuk dapat dikembangkan secara khas dan berakar dari budaya, demografis, ekologis, nilai kesepakatan.

Oleh karena itu, Komite Sekolah yang dibangun harus merupakan pengembang kekayaan filosifis masyarakat secara kolektif. Artinya, Komite Sekolah mengembangkan konsep yang berorientasi kepada pengguna (client model), berbagi kewenangan (power sharing and advocacy model), dan kemitraan (partnership model) yang difokuskan pada peningkatan mutu pendidikan.

Pemberdayaan Komite Sekolah selalu dilakukan pemerintah, di antaranya dengan melakukan pelatihan-pelatihan. Penjelasan mengenai pemberdayaan Komite Sekolah tersebut, silakan klik di sini.


Referensi dari tulisan asli di Kemendiknas

Selasa

PAUD Melalui Pendekatan "Holistik Integratif"

April 12, 2011 18

Pendidikan anak pada usia dini disadari betul memegang peranan sangat penting. Oleh karena itu, Kemdiknas sejak tahun 2010 menetapkan kebijakan pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui pendekatan "Holistik Integratif".

Sebuah tulisan pada web resmi Kemendiknas yang banyak juga diposkan oleh beberapa blogger sebelumnya. Ada sedikit penambahan awal pada postingan kali ini, semoga bisa menambah sedikit wawasan, khususnya buat kami yang telah menitipkan pendidikan anak pada PAUD.

Anak merupakan dambaan setiap orang tua. Tentu sebagai orang tua, pendidikan menjadi hal yang cukup penting bagi keberlangsungan anak-anaknya. Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) melalui Undang Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah mengamanatkan dilaksanakannya pendidikan kepada seluruh rakyat Indonesia sejak anak dilahirkan.

Pendidikan anak pada usia dini disadari betul memegang peranan sangat penting. Oleh karena itu, Kemdiknas sejak tahun 2010 menetapkan kebijakan pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui pendekatan "Holistik Integratif".

Pendekatan itu tidak hanya menekankan pada aspek pendidikan semata, tetapi mencakup juga aspek pelayanan gizi, pelayanan kesehatan, pengasuhan, dan perlindungan anak. Untuk melaksanakan kebijakan ini pemerintah terus mendorong dan memperluas kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengembangkan layanan pendidikan anak usia dini melalui pendirian berbagai jenis satuan pendidikan anak usia dini. PAUD diselenggarakan dalam dua jalur pendidikan, yaitu formal dan nonformal.

Jenis-jenis Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) formal di antaranya:
1. Taman Kanak-kanak (TK)
2. Raudhatul Athfal

Jenis-jenis Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) nonformal, di antaranya:
1. Taman Penitipan Anak (TPA)
2. Kelompok Bermain (KB)

Selain dua jenis jalur pendidikan tersebut, saat ini PAUD juga diselenggarakan dalam keluarga dan lingkungan. Jalur pendidikan ini dinamakan PAUD nonformal.

Ref: http://www.kemdiknas.go.id/orang-tua/pendidikan-anak-usia-dini.aspx

Tag: paud pendidikan anak usia dini pendidikan anak tk taman kanak-kanak kelompok bermain taman penitipan anak holistik integratif

Minggu

Meninjau Metode Aktivasi Otak Tengah Anak

Oktober 24, 2010 12
aktivasi otak tengah

Aktivasi otak tengah anak saat ini banyak pembicaraan dikalangan para orang tua. Digadang-gadang metode aktivasi otak tengah anak bisa membuat anak menjadi lebih cerdas dan genius. Benarkah hal ini memang bisa terjadi dan sudah ada buktinya? Semoga dengan artikel ini bisa menjadi bahan acuan dan pandangan lain tentang hal ini. Serta bisa menjadi pembanding atas gencarnya marketing dari aktifis Midbrain.

Aktivasi otak tengah anak secara kajian ilmiah belum ada tulisan yang membahas hal ini. Bahkan memang tidak akan pernah ada. Maka bisa dikatakan secara kajian ilmiah bahwa metode ini belum terbukti.

Secara sosiologis, kecerdasan anak tidak serta merta bisa dimiliki. Kecerdasan pada tingkat kecerdasan selalu berkembang secara bertahap sesuai dengan hal-hal yang dialami dengan dominan secara visual dan praktikal. Maka secara sosiologis kecerdasan anak tidak secara instan bisa muncul begitu saja.

Selain keberhasilan, ternyata penggunaan metode ini juga banyak keluhan yang dirasakan orang tua anak. Mungkin karena anak merasa sudah pintar, maka anak tidak mau belajar dan jika disuruh belajar sering membantah. Apakah hal ini memang mempengaruhi akhlak anak??? Ini bisa mengindikasikan bahwa kemampuan setiap orang berbeda-beda. Itulah kodratnya...

Secara biologi, sebenarnya makna otak tengah apa sih??? Ternyata hal ini masih ragu. Yang ada adalah otak kecil dan otak besar. Sedangkan yang ditengah adalah penghubung keduanya yang fungsinya lebih banyak kepada fungsi penglihatan pada mata seperti pergerakan retina dan lainnya dan fungsi Pendengaran.

Secara akal saja, jika memang aktivasi otak tengah ini memang bisa memberikan kecerdasan secara instan dan secara ilmiah, mengapa pemerintah tidak memberikan perluasan program untuk metode ini??? Silahkan jawab sendiri ya???

Ini hanya sekedar berbagi pendapat, kami tidak menyalahkan metode Aktivasi Otak Tengah Anak. Silahkan saja ini dilakukan jika memang memberikan manfaat untuk anak anda.

Sumber Bacaan:
http://www.ebahana.com/warta-2732-aktivasi-otak-tengah-tak-ada-dasar-ilmiah.html

Tag: bermain biologi cerdas genius ilmiah metode aktivasi otak tengah otak anak

Senin

Melihat Pesawat di Anjungan Bandara Sepinggan

Oktober 11, 2010 16
anjungan, anjung pengantar bandara sepinggan

Anjungan atau Anjung Pengantardi Bandara adalah sebuah tempat dimana para pengantar bisa melihat pesawat yang akan ditumpangi oleh kenalan yang telah diantar. Dalam sebuah Anjung pengantar juga bisa mengucapkan say goodbye dengan lambaian tangan. Begitulah kira-kira maksudnya.

Anjungan atau Anjung Pengantar biasanya memang ada di setiap bandara. Salah satunya adalah di Bandara Sepinggan Balikpapan. Anjungan ini disediakan untuk umum para pengantar. Uang masuk juga terjangkau. Anak dibawah Usia 3 tahun tidak dipungut biaya.

Anjungan atau Anjung Pengantar di Bandara bagi Blog Keluarga bisa menjadi salah satu sarana hiburan lho. Dengan mengajak sikecil yang memang dibawah usia 3 tahun, bisa menjadi salah satu sarana hiburan dan juga sarana pendidikan bagi anak-anak diatas 3 tahun. Kita bisa tunjukkan ini lho bandara, ini lho pesawatnya, itu lho pesawatnya jika mendarat dan apa-apa yang bisa kita jelaskan kepada anak-anak kita. Dan ternyata memang banyak juga yang membawa para orang tua yang membawa anak-anak mereka ke Anjungan atau Anjung Pengantar di bandara Sepinggan Balikpapan.

Selain itu juga bisa menjadi bahan untuk pengambilan gambar bagi para penyuka fotografi. Karena memang terlihat banyak juga yang membawa kamera berjenis DSL. Gambar yang lebih banyak diambil adalah pada saat take off dan Landing.

Ternyata asyik juga menikmati Anjungan atau Anjung Pengantar di Bandara. Bagaimana dengan anda... mungkin cara ini juga bisa dicoba untuk anak-anak anda. Gambar gambar suasana di anjungan dan lainnya di postingkan dibawah tulisan ini ya.

anjungan, anjung pengantar bandara sepinggan


anjungan, anjung pengantar bandara sepinggan
anjungan, anjung pengantar bandara sepinggan

anjungan, anjung pengantar bandara sepinggan

anjungan, anjung pengantar bandara sepinggan

anjungan, anjung pengantar bandara sepinggan

anjungan, anjung pengantar bandara sepinggan

Tag: anjungan balikpapan bandara bandara sepinggan bermain

Sabtu

Batas Normal Usia Anak Memakaian Diapers (Pampers)

September 18, 2010 28
baby diapers, pampers

Baby Diapers atau yang lebih akrab ditelinga kita adalah pampers, sepertinya memberikan kemudahan bagi orang tua yang memiliki anak bayi dan balita. Namun hal ini akan menjadi masalah ketika anak sudah mulai tumbuh besar, namun masih tetap menggunakan pampers. Salah satunya adalah ukuran pampers yang memang terbatas dan juga bagaimana biaya yang akan ditimbulkan menjadi lebih besar.

Baby Diapers atau Pampers menjadi masalah disaat anak tidak bisa berhenti menggunakan atau ketergantungan terhadap pampers hingga usia semakin besar. Bahkan dalam sedikit kasus ada yang hingga memasuki usia Sekolah Dasar, Tentunya hal ini akan sangat merepotkan bukan? Ketakutanpun timbul, banyak hal dipertanyakan orang tua. Apakah hal ini bisa mengganggu kesehatan anak???

Pampers atau Baby Diapers, dari berbagai sumber mengatakan bahwa secara normal anak kita untuk penggunaannya hanya hingga usia 20 bulan. Namun hal ini sungguh jauh berbeda penerapannya pada setiap anak. Hal ini memang wajar karena tingkat nalar dan kontrol emosi setiap anak berbeda-beda. Secara pengalaman banyak kami temui bahwa secara normal lepasnya anak terhadap ketergantungan Pampers masuk pada usia 18 bulan hingga 26 bulan. Pada rentang usia ini, anak akan merasa tidak nyaman bila telah buang, akhirnya nalarnya berjalan. Hingga pada akhirnya juga akan selalu meminta kekamar mandi bila akan buang air.

Namun kejadian normal tidak semua anak bisa melakukannya. Maka dalam hal ini dibutuhkan pelatihan agar anak menjadi terbiasa untuk selalu mengontrol emosinya bila akan buang air. Mungkin tidak ada salahnya jika orang tua sedang libur, jangan dipasangkan pampers. Pelatihan ini biasanya umum dilakukan pada usia anak sejak 15 bulan hingga 24 bulan. Inilah peran aktif orang tua diperlukan. Bimbingan juga harus diberikan, selalu berikan petunjuk bila ingin buang air bilang sama papa mama ya. Ada juga sebagian orang tua yang memberikan jam-jam untuk buang air, pola ini sebenarnya bisa terlihat, hingga akhirnya orang tua hafal waktu-waktu anak dari emosi dan mimik wajahnya jika akan buang air.

Jadi bila ada yang bertanya berapa sih usia normal anak menggunakan pampers??? Jawaban akan bervariasi. Secara normal ya hingga usia 20 bulan. Namun secara pengalaman akan berbeda pada setiap anak. Peran aktif orang tua lebih diperlukan. Bagaimana dengan sobat??? Semoga pengalaman bisa menjadi manfaat bagi yang lain. Silahkan berbagi.....

Jumat

Belajar Aqidah dari Pipi dan Tangan

Juni 11, 2010 24
aqidah, islam

Cerita Keluarga kali ini menulis sedikit cerita ringan yang mungkin bisa di renungkan oleh sobat semua dan kami sendiri khususnya. Atau malah cerita ini bisa dibagikan untuk pendidikan anak-anak kita kelak, mengingat kita tidak pernah tahu kondisi yang akan dating seperti apa dan yang kita tahu bahwa kondisi ketika kita kecil sungguh sudah berbeda dengan kondisi kita saat ini. Ini hanya sekedar melanjutkan cerita keluarga tentang Ilmu Dasar Islam dan Aspek Pembelajarannya.

Cerita Keluarga kembali lagi pada maksud tulisan Belajar Aqidah dari Pipi dan Tangan. Cerita ini hanya sebuah penymapian maksud diantara seorang guru yang sudah baya dan berumur dengan seorang jama’ah yang masih muda dan penuh semangat berapi-api di sebuah taklim untuk pengajian rutin mingguan.

Suatu ketika ketika guru sudah selesai memberikan tausiyahnya, anak muda ini dengan semangatnya bertanya kepada gurunya.

“Apakah guru percaya Allah ada?” Tanya anak muda tersebut.
Dijawab gurunya “Iya saya percaya.”
“Lalu apa buktinya jika Allah itu ada? Karena Allah tidak terlihat” Tanya anak muda kembali.
Sang guru hanya diam. Sepertinya anak muda tersenyum puas dengan pertanyaan, karena guru terlihat tidak bisa menjawab.

“Iblis laknatullah terbuat dari apa?”tanyanya lagi.
Dijawab kembali oleh gurunya” Api”.
“apa hukuman bagi sang iblis laknatullah?” tanyanya kembali.
Dijawab lagi oleh sang guru “di dalam api neraka yang sangat panas”.
“apa mungkin api dengan api pasti tidak akan terasa panas dong?” timpal anak muda itu lagi.
Dan gurupun tersenyum kembali.

Dipanggillah anak muda tersebut dihadapannya dan langsung ditampar keras-keras oleh sang guru hingga anak muda tersebut merasa kesakita dengan sangat.

Sang guru kemudian bertanya” apakah sakit?”
Anak muda menjawab “iya guru”.
” Aku tidak percaya jika itu sakit, mana buktinya?” Jawab sang guru kembali.

Sang guru kembali bertanya” tanganku dan pipimu terbuat dari apa?”
“dari daging guru” jawab anak muda tersebut.
“Nah kini kau telah menemukan jawaban untuk pertanyaanmu.” Jawab sang guru.
Akhirnya anak muda tersebut pergi dengan rasa sakitnya dan juga masih sedikit bingung dengan perkataan gurunya “Nah kini kau telah menemukan jawaban untuk pertanyaanmu.”

Apakah sobat mengerti maksudnya??? Silahkan share di kolom komentar ya???
Salam.

Rabu

Ilmu Dasar Islam dan Aspek Pembelajarannya

Juni 02, 2010 6
Belajar Islam dan Aspek Pembelajarannya

Cerita Keluarga kali ini coba memberikan pemikiran dan harapan untuk keluarga kami kedepannya. Insya Allah juga buat sobat semua jika ini memang menurut sobat adalah tepat. Hanya sekedar berbagi.

Bagi umat Islam tentunya sudah tahu dong apa itu Islam? Mungkin banyak pemahaman tentang hal itu pada setiap diri manusia. Kami tidak akan membahas hal tersebut, merasa bukan yang berkompeten. Yang jelas buat kami Islam adalah sebuah Din yang memberikan keselamatan.

Kembali kepada Judul Ilmu Dasar Islam dan Aspek Pembelajarannya. Menurut kami ada tiga hal yang harus kami pelajari dalam Islam, yaitu ASA (Aqidah, Syariah, dan Akhlak). Semua ini wajib untuk dipelajari, kelak juga akan kami jarkan kepada anak cucu kami. Jika Timpang salah satu makan akan tidak baik semuanya. Contoh jika belajar Aqidah dan Akhlak tetapi tidak belajar syariah tentunya ibadah menjadi gak bener. Sudah belajar Aqidah dan Syariah tetapi tidak mempelajari Akhlak tentunya baik dalam hubungan kepada Allah tetapi tidak untuk hubungan kepada manusia. Sudah belajar Syariah dan Akhlak tetapi tidak belajar Aqidah tentunya sudah lelah beribadah dan baik kepada sesama makhluk tetapi tetap senang menikmati bacaan ramalan bintang. Oleh sebab itu penerapan ketiga Ilmu ini harus seimbang.

ASPEK PEMBELAJARANNYA

Aqidah. Sebuah ilmu yang lebih dominan kepada keimanan kepada Allah. Aspeknya adalah akal. Akal yang kita gunakan untuk memikirkan ssuatu ciptaan dan penciptanya. Bagaimana mungkin bumi ini tercipta, tentunya ada penciptanya. Dan dalam Islam yang kita yakini adalah Allah SWT.

Akhlak. Sebuah ilmu yang mengatur bagaimana kita berperilaku dan bersikap terhadap sesame manusia ciptaan Allah. Aspeknya adalah hati. Koq hati ya.. Gini aja, kita mencubit orang dengan sangat sakitnya, Tanya kembali kepada diri kita sendiri, apakah kita juga mau jika orang yang kita cubit tadi mencubit kita dengan sangat sakitnya. Dan hal lainnya yang kita lakukan terhadap sesame manusia. Kita gak mau diejek ya jangan mengejek, iyakan???

Syariah. Ilmu yang memberikan aturan-aturan ibadah terhadap Allah dan sesame makhluk ciptaan Allah. Diantaranya tiga ilmu ini, menurut kami Syariah adalah yang paling harus dipelajari. Karena aspeknya tidak ada di akal dan hati, tetapi di aturan Allah yang ada dalam FirmanNya dan Sunnah RasulNya. Kita gak bisa mengatakan alas an sebuah aturan yang ada, karena memang sudah ditetapkan. Allah punya alasan sendiri. Seandainya ada yang bertanya, kentut bagian belakang, kenapa kalo bersuci yang dibasuh kepala tangan dan lainnya. Memang seperti itulah aturannya. Sebagai perbandingan, orang yang sakit dadanya atau kakinya koq yang disuntik pantatnya???....

Ini hanya sebuah pemikiran, apakah sobat juga pernah berpikir seperti ini?

Jumat

Smart Parenting: Anak Kita, Meminta atau Memberi?

Januari 22, 2010 12
Seminar parenting, pendidikan anak

Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti kegiatan seminar Parenting di Sekolah tempat saya bekerja. Kegiatan yang diikuti oleh Komite Sekolah yang tediri dari para Orang Tua Murid dan juga beberapa rekan pengajar.

Acara cukup banyak memberikan wawasan baru bagi para orang tua untuk menyikapi beberpa tindakan guru terhadap anak mereka dan juga bagaimana menyikapi perilaku anak sesampai di sekolah. Satu hal yang pasti, kita tidak bisa lepas tangan begitu saja terhadap permasalahan anak kepada gurunya.

Selain itu ada satu hal yang begitu saya pikirkan secara mendalam dan selalu terngiang-ngiang denga sebuah cerita nara sumber yang ada. Satu pertanyaan muncul “Apakah anak kita itu lebih banyak meminta ataukah lebih banyak memberi?” Mungkin sebuah pertanyaan yang susah susah gampang untuk di jawab.

Ada seorang laki-laki paruhbaya dengan semangat pasti menjawab” Tentu saja lebih banyak meminta, sudah jelas koq, namanya juga anak-anak”.

Disambung lagi dengan pertanyaan singkat oleh nara sumber “ apakah bapak yakin dengan jawaban itu?”

Dijawab lagi oleh laki-laki tersebut “ Sebenarnya sih tidak juga, soalnya anak-anak kita pastinya akan meminta sesuatu kepada kita, iya tho?”

“Apakah hadirin yang lain ada yang ingin memberikan komentar atau tanggapan yang lain?” Pertanyaan kembali muncul dari nara sumber kepada para peserta yang cukup serius namun tetap santai dan tersenyum menyimak setiap kondisi yang terjadi. Namun tidak ada jawaban.

Kembali kepada bapak paruh baya, nara sumber memberikan gambaran” Sebenarnya secara fisik memang benar apa yang dikatakan oleh bapak. Namun jika pandangan itu begitu kuat, saya coba ganti. Saya belikan mainan untuk anak bapak dan uang jajan, uang sekolah serta uang makannya untuk 20 tahun kedepan saya berikan kepada bapak dengan catatan anak bapak saya bawa dan tidak kembali kepada bapak, bagaimana? Apakah bapak mau?”

“Tentu saja tidak seperti itu pak?” jawab bapak peserta tersebut.

“Ini menandakan, atau bisa dibilang bahwa anak kita telah banyak memberikan warna kehidupan dan kebahagiaan kepada kita, setiap detik, setiap menit dan setiap waktu. Apakah kita berani mengatakan bahwa anak kita lebih banyak meminta daripada memberi. Tanpa kita sadari, kitalah yang telah banyak diberi. Bukan harus materi lho ya.” Jawab nara sumber.

Dari kejadian yang telah diceritakan di atas. Saya sempat berpikir, apakah selama ini saya berpikir seperti itu? Akhirnya sampai saat ini saya tetap mencoba untuk menghilangkan pikiran tersebut sambil berjalannya waktu. Buan lari dari kenyataan dan tanggung jawab. Hanya ingin meninggalkan yang jelek dan memulai yang baru dengan baik.

Rabu

Cita-Cita Anak atau Cita-Cita Orang Tua?

November 04, 2009 7
anak dan ayah

Coba anda ingat-ingat kembali pada saat anda masih kecil. Apakah orang tua anda pernah berkata “Kamu jadi ini saja nanti bisa begini!” atau “kamu jadi itu saja nanti bisa begitu!”. Ternyata lambat laun semakin kita tumbuh dewasa, semakin banyak pilihan cita-cita yang ada di hadapan kita. Bagaimana dengan perkataan orang tua kita?
Apakah perkataan orang tua kita bisa di bilang sebagai cita-cita dan harapan atas diri kita? Jawabannya bisa iya bisa juga tidak. Namun perlu diingat bahwa setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, begitupun juga kita yang saat ini menjadi orang tua bagi anak-anak kita.

Kita boleh memiliki keinginan atas anak kita untuk menjadi ini dan itu dan lain sebagainya, tetapi perlu diingat bahwa jangan ada paksaan dalam hal ini. Ada baiknya jika kita mulai mengenalkan apa dan bagaimana sebuah profesi dan proses pendidikannya. Kita bisa mulai menceritakan kehebatan sebuah profesi, proses pendidikannya (belajarnya), manfaat yang didapat anak kita jika menjadi atau menjalani profesi yang kita ceritakan. Dalam menceritakan jangan ada paksaan, tetapi cerita yang memberikan gambaran.

Ketika anak mulai tumbuh lebih dewasa akan mendapatkan pilihan yang lebih banyak tentang sebuah profesi, jangan pernah memberikan gambaran buruk sebuah profesi, tetapi berikan gambaran yang sesungguhnya tentang sebuah profesi. Perbanyaklah mencari informasi mengenai sebuah profesi dan proses pendidikannya. Agar kita tetap dapat memberikan gambaran yang objektif kepada anak kita.

Jika anak memilih untuk menjadi sesuatu yang berbeda dengan yang kita inginkan, jangan patah semangat. Kita harus tetap mendukung dan memberikan dorongan agar anak kita memiliki semangat untuk membuktikan yang terbaik dengan pilihannya. Jika sudah demikian, maka tidak akan ada lagi batas cita-cita anak atau cita-cita orang tua. Yang ada adalah cita-cita yang terbaik untuk anak kita.