Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan

Senin

Bagaimana Jika Golongan Darah Anak Berbeda dengan Orang Tuanya?

Januari 21, 2013 52
“Bunda... tadi di sekolah Rahma ada tes golongan darah, golongan darah Rahma koq berbeda dengan golongan darah ayah dan bunda? Golongan darah bunda A, golongan darah ayah B, koq Rahma O? ”

Pertanyaan diatas mungkin pernah terpikir dan diucapkan oleh beberapa orang dari kita, saat tahu golongan darah kita berbeda dari orang tua kita. Pertanyaan ini muncul bisa menjadi hal yang wajar karena memang banyak dari kita yang tidak memahami hal ini. Secara biologi cara melakukannya pun cukup sederhana dengan menggunakan serum anti A, serum anti B,serum anti AB serta anti Rh facktor dan darah dari yang ingin di tes golongan darahnya. Tetap saja kita juga banyak yang tidak paham akan hal ini.

Terkadang karena ketidaktahuan kita ketika menonton tayangan sebuah sinetron bisa menyebabkan buah hati kita berfikir yang bukan-bukan dengan adanya perbedaan golongan darah dengan orang tuanya. Bagaimana bunda dan ayah bisa menjelaskan? Mudah-mudahan tulisan kali ini bisa menjelaskannya dengan sederhana.

golongan-darah

Biasanya bila dijelaskan dengan bahasa biologinya lebih sering atau kebanyakan ayah dan bunda tampak kebingungan dengan bahasa yang tidak awam. Jadi disini akan dijelaskan dengan menggunakan tabel sederhana...

Tabel pertama adalah pertemuan golongan darah Ayah (Daftar Horisontal Atas) dan Bunda (Daftar Vertikal Kiri) dan kemungkinan golongan darah pada anak.



Ayah AAyah BAyah ABAyah O
Bunda AA, OA, B, O, ABA, B, ABA, O
Bunda BA, B, AB, OB, OA, B, ABB, O
Bunda ABA, B, ABA, B, ABA, B, ABA, B
Bunda OA, OB, OA, BO

Penggolongan darah pada keturunan merupakan faktor genetik pada anak. Jadi... sama seperti wajah dan ciri-ciri yang terlihat anak, golongan darah juga diwariskan dari orang tua kepada anaknya. Gen yang diturunkan bisa berupa gen homozigot (gen yang sama) atau gen heterozigot (gen yang tidak sama). Nah.. untuk menentukan gen ayah atau bunda homozigot atau heterozigot bisa dilihat dari golongan darah orang tua dari ayah atau bunda.

Dalam golongan darah A faktor genetik bisa berupa gen homozigot (IAIA) atau gen heterozigot (IAIO), dalam golongan darah B faktor genetik bisa berupa gen homozigot (IBIB) atau heterozigot (IBIO), dalam golongan darah AB faktor genetik berupa gen (IAIB) sedangkan golongan darah O dibawa oleh gen (IOIO) .
Nah perbedaan genetik inilah yang bisa menjadikan golongan darah antara ayah dan bunda berbeda dengan si buah hati, tergantung sifat gen dari golongan darah orang tua, apakah bersifat homozigot atau heterozigot.

Contoh :
Bunda bergolongan darah A heterozigot dengan gen (IAIO) dari orang tua yang bergolongan darah A dan O
Ayah bergolongan darah B heterozigot dengan gen (IBIO) dari orang tua yang bergolongan darah B dan O
Kemungkinan golongan darah pada anak-anak dari pasangan ini adalah:


Bunda IABunda IO
Ayah IBIAIB (AB)IBIO (B)
Ayah IOIAIO (A)IOIO (O)

Dari tabel diatas kemungkinan anak-anak dari pasangan ini mempunyai kesempatan 25% dari masing-masing golongan darah.

Jadi... buat ayah dan bunda yang mempunyai golongan darah yang berbeda dengan buah hati, jangan langsung khawatir. Bisa dilihat dari tabel diatas. Untuk lebih memastikan bisa ajak buah hati anda ke rumah sakit untuk melakukan tes golongan darah yang lebih akurat.

Kamis

Ketentuan Barang Bawaan di Kabin Untuk Keluar Negeri

November 15, 2012 8
Beberapa waktu lalu ada beberapa teman di kantor yang akan berlibur ke luar negeri secara backpacker. Rencananya Bunda Rizi disuruh ikut ternyata gak bisa karena sudah harus masuk mengajar lagi disekolah. Karena semuanya belum pernah ke luar negeri jadi cari informasi mengenai ketentuan barang bawaan kabin untuk keluar negeri, karena biasanya untuk keluar negeri hal ini cukup ketat. Sebenarnya pertauran ini bisa anda baca pada Tiket bahkan di setiap bandara juga terpampang dengan jelas, namun banyak penumpang yang mengabaikannya, bahkan menyesal setelah bawang bawaan disita oleh petugas. Walaupun sebenarnya aturan ini berlaku secara International.

barang bawaan di kabin pesawat
Ilustrasi: Dok (123RF)
Tuhkan, daripada menyesal datangnya belakangan lebih baik gak usah menyesal. Ini ada peraturan barang bawaan pada kabin yang harus anda perhatikan bila bepergian ke luar negeri.

Berat bawaan
Aturan umum yang berlaku di dunia penerbangan internasional adalah 7 kg sebagai batas maksimum berat barang bawaan yang diizinkan dibawa ke kabin. Sebagian maskapai akan meminta penumpang untuk menimbang bawaan kabin pada saat check-in di konter.

Awas, kelebihan beban atau tidak jadi berangkat. (AFP News)Bahkan beberapa maskapai menyediakan wadah khusus berukuran tertentu (sekitar 56cm x 36cm x 23cm) dimana setiap penumpang wajib memasukkan tas yang akan dibawa ke kabin ke wadah tersebut. Jika tas Anda tidak dapat masuk ke wadah itu alias terlalu besar, maskapai tidak akan mengizinkan dibawa ke kabin dan menganjurkan untuk dimasukkan ke bagasi atau tidak dibawa.

Di Indonesia aturan ini jarang diberlakukan secara ketat, namun lolos dari bandara Indonesia belum tentu berhasil di negara lain.

Benda cair
Segala jenis benda cair yang diperbolehkan dibawa ke kabin maksimum volumenya hanya 100 ml per botol (sebagai patokan, air kemasan dalam gelas volumenya 250 ml). Umumnya, total cairan yang boleh dibawa di kabin sejumlah 1 liter yang bisa terbagi ke dalam 10 botol kecil berukuran masing-masing 100 ml.

Benda cair yang dimaksud bukan semata-mata benda yang benar-benar cair, tetapi juga termasuk gel, spray, odol, dan saus.

Pengecualian hanya berlaku untuk obat dan susu bayi, itu pun dalam batas yang wajar untuk sebuah perjalanan dalam satu kali penerbangan, tergantung lamanya penerbangan. Kalau yang harus dikonsumsi dalam jumlah banyak adalah obat, sebaiknya membawa surat keterangan dari dokter. Ingat, membawa produk makanan dan minuman bayi berarti si bayi harus turut serta dalam penerbangan tersebut.

Benda cair lain yang tidak perlu mengikuti aturan maksimum 100 ml adalah yang dibeli di toko-toko bebas cukai (duty free) dalam bandara, contohnya parfum atau alkohol. Biasanya toko menggunakan kantong khusus yang transparan agar diketahui petugas.

Benda tajam
Apapun alasannya, benda tajam dalam bawaan kabin pasti langsung disita petugas. Yang dimaksud benda tajam adalah barang yang berpotensi dapat digunakan sebagai benda tajam dalam ukuran apa pun, seperti aneka jenis pisau, gunting dan cutter. Pastikan juga Anda tidak membawa barang apapun yang ada fasilitas pisau atau gunting, misalnya gunting kuku yang ada gunting lipatnya, gantungan kunci dengan pisau lipat, penggaris besi, dan lain-lain. Bahkan peniti pun kalau dalam jumlah banyak ada kemungkinan disita.

Benda berbahaya
Benda terlarang lainnya adalah yang dapat menimbulkan api atau ledakan. Contohnya korek api (baik kayu maupun gas), petasan, kembang api, oksigen, cat, thinner, cairan pemutih, pembersih toilet, baterai lithium dan sebagainya.

Sedangkan senjata dan peluru termasuk ke dalam daftar terlarang. Bila Anda seorang polisi dan ingin membawa pistol, maka Anda harus mengurus izin khusus ke maskapainya.

Lain-lain
Ada lagi aturan tentang membawa alat musik ke kabin. Umumnya, asalkan dikemas dengan baik dan bisa masuk ke kompartemen di atas tempat duduk, alat musik apa pun boleh dibawa.

Sebagian jenis bola untuk berolahraga, seperti bola voli, bola sepak, bola basket yang berisi angin juga dilarang masuk ke kabin. Begitu juga segala jenis balon.

Hal lain yang tidak tercantum dalam peraturan tapi perlu diperhatikan demi etika terhadap penumpang lain adalah makanan berbau tajam yang dapat mengganggu kenyamanan penumpang lain, seperti terasi, durian dan ikan asin.

Sumber di: http://id.berita.yahoo.com/barang-bawaan-di-kabin.html oleh Trinity di Blog http://naked-traveler.com/

Jika da yang menambahkan silahkan ya... Happy Blogging semua... and...

SELAMAT TAHUN BARU 1 MUHARRAM 1434H
Semoga Hari Kedepan Menjadi Lebih Baik


Tag:
Kabin Barang Bawaan Penumpang Bagasi Pesawat Berat Bagasi Berat Kabin Jenis Barang di Kabin Aturan Kabin Aturan Bagasi

Selasa

Peran Ayah untuk Anak dalam Keluarga

Agustus 02, 2011 17
Peran Ayah untuk Anak dalam Keluarga adalah sebagai penyeimbang hubungan anak dengan orang tua baik ayah ataupun ibu. Mengingat keadaan sosial saat ini yang bisa membuat ayah semakin banyak berpikir dan fokus untuk memenuhi dari sisi keuangan keluarga bisa membuat hubungan tidak seimbang antara anak dengan orang tua.

peran ayah, anak dan ayah memancing
Ilustrasi: Dok (123RF)
Peran Ayah untuk Anak dalam Keluarga hanyalah pada pokok komunikasi selain pada sisi keuangan. Artinya bahwa ayah bisa membangu sebuah hubungan dengan anak dalam berbagai bentuk komunikasi yang terjadi sesuai dengan usia anak.

Ada sisi yang bisa saja tidak dimiliki seorang Ibu untuk anaknya ketika berkomunikasi. Karena itu sosok ayah haruslah bisa membangun komunkasi yang baik. Harapannya bahwa sosok ayah bisa mengenali sisi emosi yang besar terhadap anak. Maka dari itu sosok ayah harus juga bisa mengendalikan emosi yang besar dalam dirinya untuk menghadapi anak dengan berbagai macam masalah yang ada. Jangan mudah untuk ringan tangan atau memukul, manfaatkan keadaan emosi yang besar agar bisa mengenali sisi emosi anak. Membantu anak lebih percaya diri, menanamkan nilai-nilai hidup, dan memberikan nilai-nilai sosial.

Dalam membangun kecerdasan emosional anak, peran ayah juga sangat diharapkan. Komunkasi yang terjalin dengan baik bisa memberikan manfaat yang baik terhadap anak. Mendekatkan diri pada anak bisa dilakukan dengan beberapa cara seperti:
  1. Meluangkan waktu yang cukup untuk keluarga
  2. Bermain dengan anak
  3. Memberikan keteladanan dengan bijaksana
  4. Mengakui kesalahan, meminta maaf dan mengucapkan terima kasih kepada anak
  5. Menjadi penyemangat dan pendukung anak
  6. Menjadi pendengar yang baik jika anak sedang mengutarakan permasalahannya
  7. Menghindari tindakan kasar yang merugikan fisik dan psikologi anak
  8. Mengajak anak untuk berolah-raga dan tamasya
  9. Kenali siapa teman anak Anda
  10. Mendidik Anak Lewat Permainan dan Tanya Jawab


Ref:
http://exc09dharmautomo.wordpress.com/2009/07/08/menjadi-ayah-yang-hebat/
http://www.muhammadnoer.com/2009/04/peran-ayah-dalam-kecerdasan-emosional-anak/
http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2010/08/30/peran-ayah-dalam-keluarga/

Tag: ayah peran anak keluarga pendidikan nilai hidup sosial disiplin fisik psikologi olahraga komunikasi hubungan

Kamis

Hari Keluarga Nasional 2011

Juni 30, 2011 5
hari keluarga nasional 2011
Ilustrasi: Dok (123RF)
Hari Keluarga Nasional tahun 2011 baru saja diperingati tanggal 29 Juni 2011. Banyak kegiatan yang dilakukan oleh berbagai organisasi dan perkumpulan serta badan hukum di negeri ini, namun bukan esensi perayaannya saja. Apakah kita mampu menerapkan yang telah kita nyatakan???

Peringatan yang sejatinya hanya sebagai Seremonial bisa menjadi pengingat ataupun pemberi semangat dan kekuatan bagi penggerak dan pembina keluarga-keluarga di Indonesia. Banyak faktor yang bisa menjadi pengembang kegiatan untuk penggerak keluarga di Indonesia. Dukungan sosial dari pemerintah beserta pembinaan dan dampingan. Kemauan keras dari setiap penggerak keluarga. Kedua hal tersebut menjadi diperlukan dalam setiap langkah menuju kearah yang lebih baik bagi keluarga Indonesia.

Penguatan aspek dalam kehidupan keluarga juga diperlukan, diantaranya penguatan ekonomi, penguatan pendidikan untuk anak dan penguatan keagamaan yang bisa masuk dalam pendidikan. Aspek-aspek yang diharapkan bisa menjadi penopang dasar dalam setiap rakyat di negeri ini menjadi lebih kuat dari dalam. Siapakah yang bisa melakukan ini semua? ternyata banyak pihak yang diharapkan. Semoga kita semua bisa melalukan dari dalam diri kita dan menjadi lebih baik...

Selamat Hari Keluarga Tahun 2011



Tag: keluarga ekonomi pendidikan anak keagamaan pembina hari nasional

Rabu

Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga Hingga 4 Tahun ....

Juni 08, 2011 0
pernikahan
4 tahun.... hari ini tepat 4 tahun kami berdua mengucapkan ijab untuk saling melengkapi, termasuk usia yang masih muda. kalau diumpamakan manusia, usia pernikahan kami masih seusia balita yang mulai mengenal lebih banyak tentang dunia...

Alhamdulillah di usia pernikahan yang ke 4 ini kami berdua telah diamanahi seorang anak laki-laki yang bernama Muhammad Hibatullah Hibrizi.. (anak yang lincah... hanya bisa diam saat dia tidur saja). Anak yang selalu memberikan kebahagiaan dan warna dalam rumah cinta yang kami bina.

Pastinya dalam hubungan hingga 4 Tahun ini akan ada gejolak yang ada, namun semuanya harus tetap berjalan dan bisa diselesaikan dengan baik. Komunikasi dan keseimbangan hak dan kewajiban, saling membantu dan saling percaya adalah kuncinya. Jika hingga 4 tahun tidak ada itu semua, tidak akan jalan dengan baik. Bahkan bisa-bisa tidak akan sampai hingga 4 tahun. Selain itu juga Do'a harus kita panjatkan untuk keutuhan rumah tangga kita, tidak ada yang lebih kuasa memberikan kerukunan dalan rumah tangga selain Allah SWT .

Ada cerita bahagia dan sedih selama 4 tahun ini. Bila keluarga kebanyakan urusan dapur lebih dominan dilakukan bunda, berbeda dengan kami. Ayah sebagai kepala rumah tangga lebih dominan untuk urusan dapur. Saya paling kangen Spaghetti Goreng yang ayah buat,,, ngangenin aja...

Semoga dengan berjalannya waktu hingga 4 tahun ini bisa menjadi pijakan untuk kebahagiaan dan kebaikan dimasa depan.

Selasa

Cuci Tangan Cara Efektif Menghindari Penyakit

Mei 31, 2011 8
Perlukah kita mencuci tangan dengan sabun saat hendak makan, padahal tangan kita terlihat bersih ? Faktanya, tangan yang terlihat bersih tidaklah benar-benar bersih. Jutaan virus, kuman sampai telur cacing bersarang di area permukaan kulit tangan dan sela-sela kuku. Bisa jadi kita tidak sadar telah menyentuh fasilas umum seperti pegangan tangga, gagang pintu, telephon, tobol lift, memegang uang yang biasanya merupakan tempatnya bersarang kuman-kuman penyakit. Jadi... tangan bersih.. belum tentu steril.

Indonesia termasuk rendah tingkat kesadaran perilaku hidup bersih sehat (PHBS). Akibatnya, 90 % masyarakat Indonesia mengidap cacingan. 47,2 % anak usia 5-9 tahun anemia dan diare.

Terdapat empat jenis cacing perut antaranya gelang, kremi, tambang dan cambuk. Mereka masuk melalui kuku, sela-sela kuku, lalapan sayur mentah dan air sungai.

Bagaimana Cara Cuci Tangan Yang Baik cucilah tangan dengan menggunakan air yang mengalir (bukan dengan menggunakan kobokan), gosoklah tangan dengan menggunakan sabun (sabun terbukti dapat mempercepat hilangnya bakteri, minyak, lemak yang ada di atas permukaan kulit), jangan lupa menggosok daerah di sekitar punggung tangan, sela-sela jari dan kuku. Bilas lagi tangan dengan menggunakan air yang mengalir, Matikan keran air dengan menggunakan siku bukan menggunakan tangan (handle kran disesuaikan), jangan mengeringkan tangan dengan menggunakan handuk (cukup diangin-anginkan saja).

Kapan kita wajib mencuci tangan
  1. Sebelum dan sesudah makan
  2. setelah BAK atau BAB
  3. sepulang dari berpergian
  4. Memegang fasilitas umum
  5. Setelah menjenguk orang sakit
  6. Setelah menggantikan popok bayi
  7. sebelum membuatkan susu bayi
Selain mencuci tangan dengan sabun, saat ini telah banyak produk pembersih tangan yang bisa digunakan secara instan, namun jika anda masih ragu dengan produk-produk tersebut sebaiknya anda mencuci tangan saja. Bukan mustahil ada juga orang-orang yang ragu dengan kualitas air keran di rumah. Maka produk pembersih tangan instan bisa anda gunakan.

Semua pilihan mencuci tangan tergantung pada anda, yang pasti satu tujuan untuk kesehatan kita harus mencuci tangan. Tidak ada salahnyakan bila kita selalu mencuci tangan.

Cara Mencari Pasangan Hidup Yang Baik

Juni 08, 2010 31
Indahnya pernikahan tanpa berpacaran, pacaran, nikah, khitbah, islami

Hingga hari ini, tak terasa waktu terus berjalan hingga hari ini. Tepatnya sih 3 tahun yang lalu tanggal 8 Juni 2007 kami berijab untuk saling melengkapi disetiap sisi kehidupan kami berdua. Barakallah hingga hari ini...

Hingga hari ini... Lima bulan sebelumnya awal perkenalan kami, tepatnya 24 Desember 2006. Kami diperkanlkan oleh teman kami sekantor, Allah yang menentukan teman ayah adalah suami dari teman bunda. Barakallah... karena memang sebelumnya kami pernah bercerita masing-masing kepada sahabat kami bahwa kami sudah siap menikah...dsst... Alhamdulillah dengan niat yang baik.

Setelah perkenalan hanya bertemu 2 kali karena jarak kami lumayan jauh antara Balikpapan dan Samarinda. Ayah telah mantap untuk mengutarakan niatnya dan hal itu terucap kepada bunda tepat tanggal 28 Januari 2010. Ada beberapa hal yang kami bahas pada masa ini, diantaranya adalah Tujuan Menikah, Menyikapi Perbedaan Syariah Agama, Mengapa memilih saya?, dan lebih banyak kepada aspek rumah tangga. dan pertanyaan kondisi adalah dominan, sandainya... seandainya... seandainya...

Dua minggu berikutnya kami utarakan hal ini kepada orang tua dari Bunda. Awalnya begitu berat, karena seperti hal yang tidak terduga. Baru kenal 1 bulan,,, banyak pertanyaan aneh kami rasa. Bunda sudah hamil duluan,,, Bundanya sudah kegatelan,,, padahal kesibukan kami sebagai rekanan aktifis menjadi janggal. Dengan penjelasan yang sabar Alhamdulillah... Mendapat jawaban "Jika Budi serius datanglah bersama kedua orang tua...." Tepat di hari milad Ayah 3 Maret 2007 Orang tua dan kerabat datang mengkhitbah... karena jalan Allah ada satu keluarga ayah yang mengenal salah satu keluarga bunda... prosesi khitbah menjadi mudah dan tidak kaku. Akhirnya juga langsung ditetapkan tanggal nikah dan walimah....

Dalam proses penantian inilah sebenarnya ujian. Kami masih harus menahan yang namanya zina perasaan dan perkataan... Untuk urusan yang lain Allah sudah memudahkan jalan kami, Alhamdulillah. Dalam waktu tiga bulan ada aja rejeki yang membantu kami diberikan oleh Allah. Hingga akhirnya kami menjadi Raja dan ratu sehari. Dan saling mengucapkan Aku Cinta Padamu dan Aku Sayang Padamu

Hingga hari ini selama tiga tahun, kami juga ingin membuktikan bahwa proses menuju rumah tangga yang kami usahakan sedekat mungkin dengan yang Allah dan RasulNya gariskan, tidak melakukan hal yang mudharat, bisa atau mungkin kami jalani. Itung-itung sebagai dakwah juga, terutama ditengah-tengah masyarakat yang mulai jauh dari hal ini. Alhamdulillah dengan pembuktian ini, dan contoh beberapa keluarga dari Ayah kami sudah menjodohkan 3 orang sahabat kami. Barakallah... Jalan Allah memang indah...

Hingga hari ini... kami tetap memberikan semangat kepada sahabat yang ingin menuju rumah tangga deng sebenar-benar di jalan Allah. Jika engkau percaya dan Yakin Allah itu ada. Insya Allah semua urusan dipermudahkanNya. Allah tidak pernah tidak mendengar permintaan kita....

Sedikit pesan aja... nyang mo nyari jodoh,,, sesungguhnya Allah sangat senang memberikan jodoh yang pantas kepadamu, maka berlaku pantaslah sesuai yang Allah perintahkan. Dan Allah akan memudahkan rumah tanggamu, maka ikuti jalanNya dalam menuju rumah tangga.... Sudah banyak buku yang membahas ini koq. Insya Alah ntar di kupas deh buat sobat semua ya.... Salam

Kami bersyukur di milad pernikahan kami yang ke-3 dan berbagi cerita dengan sahabat.

Kamis

Tetap Mesra Walaupun Sudah Berdua

April 08, 2010 29
Cerita Keluarga kali ini sedikit banyak mungkin juga pernah dialami oleh sebagian dari sobat sekalian. Mendapatkan pertanyaan dari teman tentang pasangan kita. Pernah gak ya? Sobat sendiri yang bisa menjawab. Tetap Mesra Walaupun Sudah Berdua adalah sebuah pengalaman dan juga kebutuhan. Mungkin cerita berikut bisa membuat kita saling berbagi.

Tetap Mesra Walaupun Sudah Berdua Cinta dan Kasih Sayang
Sewaktu sang ayah di kantor sembari sedang bekerja bercerita dengan teman-teman sekantor. Pada saat yang bersamaan bunda menelpon karena ada sesuatu yang harus ditanyakan. Pada saat salam terakhir mungkin sudah biasa buat kami untuk berkecup mesra melalui telepon namun tetap sopan dan dalam batas kewajaran. (bentuknya seperti apa? sobat pikir sendiri deh).


Mendengar jawaban tersebut, sontak teman-teman ayah mengatakan huuuuuu.... mesranya..... Dengan spontan sang ayah menjawab "ya iya dong, dengan istri sendiri koq. halal toohhh???" sambil tersenyum dan juga bingung. kenapa keluar pertanyaan seperti itu, Kan suami istri? dalam hati ayah.

Memang sih dikalangan masyarakat hal ini sepertinya sudah gak cocok buat yang berkeluarga dan memiliki anak. Sepertinya, jika sudah berkeluarga mereka cuek dengan hal ini. Entah dengan alasan apa? dan mungkin berbagai macam alasan. Namun tidak buat kami.

Seorang teman akhirnya bercerita disela-sela waktu istrirahat. "Mas... koq masih bisa ya mesra sama istrinya? Mungkin lebih tepatnya koq sempet melakukan seperti itu. Saya juga sebenarnya pengen begitu, tetapi sepertinya sudah tidak pantas. Sudah tua. Tidak perlu yang begituan... dst."

Wow ada yang crhat neh??? Mesra tidak akan hilang sampai kapanpun untuk pasangan kita. Menurut kami hal itulah yang membuat kami tetap dekat dan selalu dekat (walaupun terkadang ada pertengkaran). Sebenarnya hal sepele yang orang jarang lakukan terhadap pasangan mereka, walaupun hanya dengan memanggil pasangan dengan kata sayang, yayang, my love, atau yg lainnya. Bahkan orang tua kamipun begitu. Yah bukannya menyalahkan tetapi mungkin lebih berbeda pendapat.

Yang membuat kami begitu heran lagi adalah, ketika berpacaran begitu mesranya. Biarpun dikantong gak ada uang, namun setelah menikah justru hal tersebut hilang. Apanya yang salah ya???

Jika di jelaskan secara singkat, ternyata hal sepele bisa membuat kami lebih dekat dan merasa saling memperhatikan, terutama disela-sela kesibukan kami berdua. Kami masih sempat mengungkapkan rasa sayang dan kangen. Alhamdulilah, ini indah buat kami. Karenanya, jika ini baik untuk hubungan kami, maka ini seperti sebuah kebutuhan.

Nah bagi yang tetap mesra dengan pasangan, semoga hal ini tetap berjalan dengan indahnya. Agar keluarga tetap saling mesra Dunia dan Akhirat. Bagi yang belum itu pilihan anda. Bagaimana?? Silahkan berbagi di kolom komentar ya.

Jumat

Smart Parenting: Anak Kita, Meminta atau Memberi?

Januari 22, 2010 12
Seminar parenting, pendidikan anak

Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti kegiatan seminar Parenting di Sekolah tempat saya bekerja. Kegiatan yang diikuti oleh Komite Sekolah yang tediri dari para Orang Tua Murid dan juga beberapa rekan pengajar.

Acara cukup banyak memberikan wawasan baru bagi para orang tua untuk menyikapi beberpa tindakan guru terhadap anak mereka dan juga bagaimana menyikapi perilaku anak sesampai di sekolah. Satu hal yang pasti, kita tidak bisa lepas tangan begitu saja terhadap permasalahan anak kepada gurunya.

Selain itu ada satu hal yang begitu saya pikirkan secara mendalam dan selalu terngiang-ngiang denga sebuah cerita nara sumber yang ada. Satu pertanyaan muncul “Apakah anak kita itu lebih banyak meminta ataukah lebih banyak memberi?” Mungkin sebuah pertanyaan yang susah susah gampang untuk di jawab.

Ada seorang laki-laki paruhbaya dengan semangat pasti menjawab” Tentu saja lebih banyak meminta, sudah jelas koq, namanya juga anak-anak”.

Disambung lagi dengan pertanyaan singkat oleh nara sumber “ apakah bapak yakin dengan jawaban itu?”

Dijawab lagi oleh laki-laki tersebut “ Sebenarnya sih tidak juga, soalnya anak-anak kita pastinya akan meminta sesuatu kepada kita, iya tho?”

“Apakah hadirin yang lain ada yang ingin memberikan komentar atau tanggapan yang lain?” Pertanyaan kembali muncul dari nara sumber kepada para peserta yang cukup serius namun tetap santai dan tersenyum menyimak setiap kondisi yang terjadi. Namun tidak ada jawaban.

Kembali kepada bapak paruh baya, nara sumber memberikan gambaran” Sebenarnya secara fisik memang benar apa yang dikatakan oleh bapak. Namun jika pandangan itu begitu kuat, saya coba ganti. Saya belikan mainan untuk anak bapak dan uang jajan, uang sekolah serta uang makannya untuk 20 tahun kedepan saya berikan kepada bapak dengan catatan anak bapak saya bawa dan tidak kembali kepada bapak, bagaimana? Apakah bapak mau?”

“Tentu saja tidak seperti itu pak?” jawab bapak peserta tersebut.

“Ini menandakan, atau bisa dibilang bahwa anak kita telah banyak memberikan warna kehidupan dan kebahagiaan kepada kita, setiap detik, setiap menit dan setiap waktu. Apakah kita berani mengatakan bahwa anak kita lebih banyak meminta daripada memberi. Tanpa kita sadari, kitalah yang telah banyak diberi. Bukan harus materi lho ya.” Jawab nara sumber.

Dari kejadian yang telah diceritakan di atas. Saya sempat berpikir, apakah selama ini saya berpikir seperti itu? Akhirnya sampai saat ini saya tetap mencoba untuk menghilangkan pikiran tersebut sambil berjalannya waktu. Buan lari dari kenyataan dan tanggung jawab. Hanya ingin meninggalkan yang jelek dan memulai yang baru dengan baik.

Rabu

Suamiku Memiliki Sikap Kekanak-kanakan (Childish)

Januari 06, 2010 8
Sikap yang baru kudapatkan perlakuannya setelah aku menikah dengannya. Sikap kekanak-kanakan atau childish yang bisa membuat kami sekeluarga bisa santai dan terhibur di waktu senggang.

Childish atau sikap kekanak-kanakan adalah hal yang wajar dan normal serta dimiliki semua orang. Kira-kira seperti itulah gambaran yang diterangkan oleh psikiater yang memberikan sebuah test untuk setiap kenaikan jabatan kepada suami saya.

Sikap kekanak-kanakan bisa saja dominan diantara sikap-sikap yang lain, namun masih bisa dikendalikan. Hal ini juga hasl dari survey beberapa test yang suami ikuti selama ada setiap kenaikan jabatan. Walaupun sikap kekanak-kanakan tersebut lebih dominan, sikap profesional tetap bisa dijalankan.

Sikap kekanak-kanakan pada orang dewasa pada umumnya tidak mutlak seperti sikap anak-anak. Ada sebagian sikap anak-anak yang memang tipenya adalah senang bermain dan tertawa. Usil, suka bercanda, senang dengan ledekan dan senang diperhatikan. Mencari perhatian dan suasana menjadi pribadi yang bisa diperhatikan lebih dengan bercanda di depan yang lainnya.

Apakah dengan dominannya sikap ini adalah sesuatu hal yang negative? Ternyata belum tentu benar seratus persen. Ini terbukti dengan suami saya yang memang sifat dan sikap childishnya lebih dominan (Dari hasil test survey pada test IQ dan…..). tetapi setiap lowongan kenaikan jabatan selalu dipercayakan kepada suami saya. Sampai dengan hari ini sudah empat kali perpindahan jabatan. Koq bisa ya???

Saya juga tidak mengerti… memang dalam banyak kesempatan suami lebih banyak bercanda dan suka usil. Sampai-sampai bawahannya yang suka pelupa pun pernah dikerjai/diusilin. Tetapi masih dalam hal yang wajar dan sekedar bahan candaan. Dan biasanya orang seperti ini akan saling mengerjai dengan sesama pemilik dominan sikap childish kekanak-kanakan. Teman sekantor suamipun ternyata banyak yang demikian dari hasil testnya.

Apakah anda juga demikian??? Tetap bersikap sesuai dengan kondisi dan keadaan yang normal. Bila iya tidak perlu khawatir, kerja dan bercanda biasanya akan menjadi hal yang menyenangkan bila bisa berjalan seiring.

Anda sependapat dengan saya??? Silahkan berbagi pengalaman dan komentar anda ya….

Jumat

Melepas Orang Tua Pergi Haji

November 20, 2009 4
Musim Haji tahun ini ada yang berbeda. Alhamdulillah orang tua dari suami saya berangkat haji pada tahun ini. Kebetulan kemarin pagi tepatnya tanggal 19 November 2009 orang tua berangkat dari Kota Samarinda pukul 03:00 dini hari menuju Bandara Sepinggan Balikpapan. Alhamdulillah kami bertemu.

Abi dan Rizi, mengantar HajiSuasana di bandara sepinggan cukup ramai saat itu. Ada 4 rombongan bis dari group Tour & Travel yang orang tua kami ikuti. Jika satu bis berisi 50 jamaah, maka kemungkinan ada sekitar 200an jamaah pada saat itu. Semua jamaah adalah peserta ONH Plus dari tour & travel yang diikuti. Mengingat untuk usia orang tua kami yang sekarang, ada baiknya jika kami memilih pogram tesebut.

Pada saat pertemuan untuk melepas pergi hajinya orang tua, tak banyak yang bisa diungkapkan. Hanya harapan dan do’a yang terus terucap di dalam hati; “ Semoga semua dilancarkan, dimudahkan segala urusannya. Insya Allah menjadi haji yang mabrur pada saat kembali ke tanah air. Insya Allah kami sebagai anak-anaknya bisa menyusul pada tahun-tahun berikutnya. Amien….”

Raut wajah gembira, senang dan bahagia terpancar dari wajah orang tua kami dan juga di wajah para jamaah haji yang lain yang datang bersama pada saat itu. Sambil menggendong si kecil Rizi, Ummi bercengkerama dan bercerita bersama. Bergantian dengan Abi juga ingin menggendong si kecil Rizi. Semua sambil menunggu waktu bording pass di bandara. Karena memang si kecil Rizi jarang sekali bertemu dengan Mbahnya, kebetulan mbah tinggal di Samarinda dan Kami di Balikpapan.

Akhirnya waktu bording pass sudah tiba. Setiap jamaah dipanggil satu persatu oleh ketua regu masing-masing untuk dikumpulkan bersama. Tidak ketinggalan orang tua kami. Akhirnya waktu perpisahan tiba. Salam cium tangan menjadi tanda waktu untuk memulai berangkat menuju Rumah Allah telah tiba.

“Labbaika Allaahumma Labbaik. Labbaika Laa Syariikalaka Labbaik. Innalhamda Wanni’mata Laka Walmulka Laa Syariikalak” – “Aku datang memenuhi panggilan-Mu yaa Allah, aku datang memnuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, yaa Allah aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji dan nikmat adalah milik-Mu semata-mata. Segenap kekuasaan milik-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu.” (HR. Bukhari).

Selamat jalan Abi Selamat jalan Umi. Insya Allah kami juga akan menyusul di masa yang akan datang Amien…

Rabu

Kekhawatiran Merawat si Kecil yang Baru Lahir

November 18, 2009 7
Senangnya hati bunda ketika si kecil baru lahir ke dunia, terutama bagi para pasangan muda yang menanti anak pertama. Namun bagi sebagian pasangan, kebahagian tersebut dibarengi dengan rasa masih khawatir bagaimana merawat si kecil yang baru lahir, terutama untuk satu bulan pertama pastinya.

Saya juga pernah merasakan hal yang sama seperti anda. Namun masih beruntung saya memiliki orang tua yang membantu, walaupun tidak sepenuhnya. Yang pertama saya pikirkan adalah bagaimana cara memandikannya. Akhirnya saya memutuskan untuk membayar orang untuk memandikan selama satu bulan pertama. Setelah memasuki bulan kedua saya sendiri yang memandikan.

Selama satu bulan pertama, saya masih takut untuk memandikan anak saya. Namun hal yang lain saya sendiri yang melakukan. Suami saya juga mulai belajar untuk membantu saya. Mengganti popok, memasang gurita, memakaikan baju bayi de-el-el. Semuanya menjadi pengalaman yang menyenangkan buat kami berdua.

Saya ingat dengan perkataan suami saya yang sebelum memiliki anak sangat takut untuk menggendong anak bayi yang masih kecil terutama untuk umur nol sampai tujuh bulanan “ Insya Allah jika telah memiliki anak sendiri ayah pasti bisa menggendong anak ayah, memandikan, mengganti popoknya dan juga memasang pakaiannya, itu akan terjadi secara alamiah bagi seorang ayah kepada anaknya”. Dan memang benar, setelah anak pertama kami lahir, saya kaget di rumah sakit suami saya sudah menggendong anak kami. Subhanallah…..

Ini membuat saya semakin yakin, Allah pasti akan menolong kita. Bagi anda pasangan baru jangan pernah takut akan hal ini. Jika pada saatnya, anda sudah diberi insting sebagai orang tua untuk merawat anak anda sendiri, kecuali jika memang anda tidak ingin merawat anak anda sendiri, Naudzubillah…… Semoga tidak…

Tips Pernikahan: Segera Bukan Berarti Tergesa-gesa

Oktober 21, 2009 3
pernikahan

Mungkin sebagian dari kita ada yang pernah mendengar tausiyah dari ustadz/ustadzah yang memberikan topic pernikahan. Bagi yang belum menikah mungkin akan bersemangat mendengar kata SEGERA. Ternyata ada sebagian dari kita yang salah mengartikan kata SEGERA.

Sebenarnya apa sih hikmah di balik kata SEGERA tersebut? Penjelasan ini secara umum saja ya. Dengan segera insya Allah kita akan terhindar dari perbuatan dosa (terutama zina dan perbuatan yang mendekatinya ya), tetapi ini tidak berlaku untuk orang-orang yang sebelumnya telah melakukan zina ya?

Mungkin ada di antara kita pernah mengalami. Ketika bilangan usia sudah bisa dikatakan besar atau tua, ketika ada yang mengajak langsung saja mau menerima karena ingin menunaikan dengan segera, bahkan tanpa ada pikiran apapun. Pokoknya harus cepat terlaksana… inilah yang mungkin salah. Artinya tergesa-gesa lebih kepada tanpa perencanaan, pertimbangan dan persiapan yang matang.

Bahkan ada yang mencari pasangan dengan terburu-buru, seperti ada target yang terus mengejar setiap waktu kehidupan kita. Mungkin hanya satu kata yang disiapkan dan dipikirkan “NIKAH” Ini harus berhati-hati. Karena menurut hemat saya kata SEGERA itu ada dalam beberapa aspek yang kaitannya dengan pernikahan.

Jika sudah akil baligh, maka segeralah mencari nafkah yang cukup dengan untuk diri kita dan orang tua kita. (untuk ikhwan ya? akhwat juga boleh )

Jika sudah bisa memberi nafkah untuk diri sendiri dan orang tua, maka segeralah menambah penghasilan untuk calon istri dan segera juga menabung.

Kemudian jika sudah bisa menabung, maka segera mantapkan niat, buat visi dan misi yang jelas untuk menikah dan berumah tangga, pelajari kehidupan setelah berumah tangga sebagai gambaran untuk mempersiapkan diri.

Jika visi dan misi sudah jelas, segeralah mencari calon pasangan. Lakukan dengan pertimbangan yang baik terutama pertimbangan agama. Sesuai dengan sunnah Rasul Saw.

Jika ada calon. Segera lakukan ta’aruf, menyocokkan visi dan misi serta. Lakukan proses dengan baik dan sesuai dengan perintah agama.

Jika cocok segera lakukan khitbah (lamaran) kepada orang tua calon kita. (Khusus untuk ikhwan saja ya).

Jika di terima, tinggal satu jalan saja yang harus segera ditunaikan, SEGERALAH MENIKAH. Inilah segera yang diharapkan kepada kita. Inilah hikmahnya, anda akan terbebas dari perbuatan zina dan juga yang mendekatinya. Namun semua kembali kepada anda semua memandang maksud dari sunnah Rasul Saw ini.

Jika pada proses khitbah anda tidak diterima, maka ulangi lagi proses dari mencari calon pasangan anda. Jangan pernah berputus asa dari rahmat dan pertolongan Allah ya. Tetap semangat dan terus berdoa…

Semoga tulisan ini tetap memberikan semangat untuk anda semua, tetap semangat menunaikan dengan SEGERA, namun jangan tergesa-gesa (tanpa pertimbangan dan persiapan) ya….

Sabtu

Tips Pernikahan: Meyakinkan Diri Bahwa Dia Pilihanku

Oktober 17, 2009 3
tips pernikahan

Inilah hal yang begitu sulit untuk dilakukan, sebenarnya dari saat perkenalan saya tidak yakin bahwa dia (suami saya; ayah dari si Rizi) akan memilih saya. Dari proses ta’aruf yang kami lakukan insya Allah sudah semua hal yang kami tanyakan, termasuk semua kelebihan dan kekurangan yang kami miliki.

Pertanyaan ini sudah sering kami dapatkan dari teman-teman suami, terutama yang memang masih ragu dengan jalan yang kami pilih. Kamipun bingung menjawabnya, YAKIN atau TIDAK YAKIN adalah masalah hati, jika sudah menyangkut masalah hati hanya Allah yang mengetahui. Tetapi Allah sudah memberi jalan, tinggal kita bagaiamana menjalankannya.

Jika diingat-ingat kamipun tidak menyangka, Ketika sudah menikah, ternyata itu juga menjadi hal yang sama buat suami saya (begitu ceritanya; pan udah nikah jadi boleh dong cerita-cerita). Hal yang serupapun kami lakukan untuk mencari jawaban dari-Nya (Allah Swt).

Masa perkenalan kami hampir singkat (36 hari). Setelah itu suami menyatakan ingin menikah dengan saya (tepat hari ke 36). Keputusan itu dilakukan hanya dengan 2 kali pertemuan antara dia dan orang tua saya serta saya dengan orang tua suami saya.

2 minggu berikutnya suami memberanikan diri mengutarakan maksudnya untuk menikah dengan saya kepada orang tua saya. Akhirnya diputuskan 3 minggu berikutnya dilakukan khitbah (lamaran) dan waktu pernikahan 3 bulan berikutnya.

Apakah saya sudah tenang dan yakin bahwa dia menjadi pilihan saya? Ternyata belum. Selama proses perkenalan sampai ke pernikahan, pertanyaan itu selalu ada, bahkan menjelang akad nikah. Banyak saran dari teman-teman saya lakukan untuk meyakinkan diri, dari sholat malam, istikharah, qiraat, dan sedekah.

Suami saya pun melakukan hal yang sama. Suami saya berkata kepada saya:”sebenarnya jika niat kita benar insya Allah akan diberikan jalan”. Tiga minggu terakhir, menjelang pernikahan, perasaan bahagia selalu muncul dan rasa bahagia akan menikah menjadi keyakinan bahwa saya adalah pilihannya.

Akhirnya kami berdua menyadari bahwa memohon kepada-Nya adalah jalan terbaik untuk mendapatkan jawaban. Walaupun saya tidak berani menyarankan kepada anda semua untuk mengikuti cara kami. Kami hanya mengabarkan bahwa Akhirnya kami sampai ke tahap ini dengan jalan Ta’aruf. Apakah kami menyesal dengan yang kami ketahui setelah menikah; Alhamdulillah tidak.

Nah, bagi anda yang ingin melakukan proses ini dengan jalan yang islami dan di ridhoi Allah (Insya Allah), percayalah bahwa Allah itu ada, taatlah insya Allah kita akan ditolongnya. Semoga kebaikan bersama kita dan Allah memberikan barokah-Nya. Amien.

Rabu

Tips Pernikahan: Dengan Ta’aruf atau Berpacaran?

Oktober 14, 2009 2
tips pernikahan

Pertanyaan yang saya tuliskan pada judul di atas biasanya datang dari teman-teman suami saya, terutama teman kerja. Pertanyaan tersebut datang di saat-saat sedang bercerita dan bersenda gurau di akhir waktu jam kerja, atau ada beberapa kenalan yang ingin menikah; biasanya pertanyaan akan muncul tanpa di rencanakan.

Sebenarnya kedua hal di atas benar saja di lakukan sebagai proses pengenalan terhadap calon pasangan hidup kita. Saya tidak menyalahkan orang yang berpacaran sebagai proses pengenalan terhadap pasangan hidup mereka, namun sebagai seorang muslimah saya menggunakan cara Ta’aruf sebagai metodenya dan ini juga saya anjurkan kepada anda yang muslimah. Alhamdulillah saya menemukan suami yang di dalam keluarga besarnya menggunakan metode ini.

Waktu ta’aruf biasanya tidak lama, hanya berselang satu sampai dua bulan, namun tidak ada kepastian yang ditetapkan. Bahkan tidak ada yang namanya berdua’an dan banyak bercerita, saling memuji, saling menyatakan perasaan dan pembuktian perasaan. Kita boleh menanyakan hal-hal yang penting dalam pernaikahan dan kehidupan berumahtangga. Semuanya menceritakan kelebihan dan kekurangan masing-masing, namun semua dilandaskan kepada norma agama dan saling menghormati. Hikmahnya begini, jika sudah menikah tidak ada yang dibohongi dan merasa tertipu. Itu sekilas saja ya?

Karena alasan di atas banyak yang tidak setuju metode pengenalan hanya dengan ta’aruf. Berbagai pertanyaan muncul, “ bagaimana kita bisa mengenal luar dalam calon pasangan kita hanya dengan 2 bulan?” saya kembali bertanya (hanya dalam hati saja) “apakah yang berpacaran bertahun-tahun juga akan menjamin bahwa kita akan mengenal calon pasangan kita secara utuh?” Silahkan anda renungkan sendiri tentang hal ini.

Jika ditanya manakah yang lebih baik di anatara keduanya? Saya juga bingung menjawabnya. Karena faktornya tidak sekedar ta’aruf saja, tetapi juga kehidupan kita sehari-hari. Artinya begini; Jika sebelum melangkah ke proses ta’aruf kita sudah berusaha menjadi orang yang taat kepada Allah, kemudian melakukan proses ta’aruf dengan niat karena Allah dan menjalankan prosesnya sesuai yang diperintahkan oleh Allah, maka insya Allah kita akan ditolong oleh Allah kita akan mengetahui calon pasangan kita walaupun hanya dengan satu atau dua bulan saja. Allah Maha Mengetahui…

Alhamdulillah selama mengenal orang-orang yang melakukan proses ini, dan saya mengenal kehidupan mereka dari luar sehari-hari semua baik-baik saja terhadap pasangannya. Jika ada masalah, itu hal yang biasa dalam berumah tangga, namun semua bisa diselesaikan dengan baik.

Semua berpulang kepada keyakinan masing-masing, Indonesia punya budaya, Islam pun telah mengaturnya, semoga Allah menolong kita… Amien…

Selasa

Perlukah Suami Mengetahui Penghasilan Istri?

Agustus 25, 2009 10
Dalam berumah tangga, suami adalah sebagai kepala rumah tangga. Suami yang memimpin segala manajemen rumah tangga. Hal yang utama adalah suami bertanggung jawab atas baik buruknya dalam rumah tangga. Suami juga yang bertanggung jawab atas nafkah keluarga. Lalu bagaimana jika sang istri juga memiliki penghasilan?

Banyak pertanyaan muncul dari beberapa teman-teman suami kepada suami saya, rata-rata para ikhwan yang akan menikah. Akhirnya suami sharing dengan saya. Banyak hal yang saat ini bisa diterapkan dan disesuaikan dengan ajaran Rasullullah Muhammad Saw. Artinya setiap keputusan harus diambil bersama namun tetap sesuai dengan syariah yang ada. Bagaimana caranya?

Memang ini pertanyaan yang menjadi dilema, bahkan bisa menjadi perdebatan antara suami dan istri. Bijaklah dalam menyikapi, ini berlaku untuk kedua belah pihak. Dengan rasa cinta dan kasih sayang dan syariah bersikap, insya Allah ini hanya masalah kecil.

Memang dalam berumah tangga, suami menjadi penanggung jawab utama memberi nafkah kepada setiap anggota keluarga. Sedangkan sang istri bertanggung jawab atas rumah tangga, terutama dalam hal pendidikan anak. Dalam ajaran Islam, istri tidaklah wajib melayani suami seutuhnya, bahkan bila perlu suami mencarikan pembantu buat sang istri agar pekrjaan di rumah menjadi ringan untuk sang istri.

Suami sebagai sang ayah, wajib memenuhi nafkah anak-anak sampai akil baligh. Bahkan ketika suami dan istri berpisah, kewajiban itu tetap ada.

Namun pada masa-masa sekarang ini, kan banyak istri yang juga bekerja. Mari dipahami dengan menghormati tiap-tiap hak istri atau suami untuk menjawab pertanyaan "Perlukah Suami Mengetahui Penghasilan Istri?" atau "Bolehkah Suami Mengetahui Penghasilan Istri?" atau juga "Wajibkah Istri Memberitahukan Jumlah Penghasilannya Kepada Suami?".

Di dalam syariah, segala harta milik istri adalah hak istri dan tidak menjadi hak suami. Sedangkan harta suami bisa menjadi hak istri, namun istri harus mengalah ketika suami memberikan harta untuk nafkah kepada sang ibu. Nah dari sini pertanyaan-pertanyaan diatas menjadi gantung, apakah sudah terjawab atau belum.

Sebenarnya di dalam islam tidak ada nash tentang kewajiban ini. Namun istri bila keluar rumah mencari penghasilankan atas izin suami. Apa salahnya jika istri juga memperlihatkan (memberi izin suami mengetahui) jumlah penghasilan istri. Tetapi juga harus diingat bahwa penghasilan istri tidak menjadi hak suami. Bagi sang istri, boleh memebrikan hartanya kepada suami, bisa sebagai sedekah. Artinya kedua belah pihak saling menghormati, insya Allah rejeki yang diraih akan semakin berkah.

Walaupun demikian, karena hidup bersama dengan rasa sayang dan cinta, masa istri tidak bisa memperlihatkan penghasilannya. Suami bukannya ingin meminta, hanya sekedar tahu. Kan tidak baik juga seandainya meninggalkan anak-anak dirumah untuk mendapatkan penghasilan, namun hasilnya sisa-sia, buruk efeknya buat anak-anak.

Dengan adanya saling rasa percaya, maka hidup dan kehidupan rumah tangga tetap berjalan dengan indah. Suami mengetahui haknya, sang istri juga menghargai sang suami. Namun tetap saya katakan lagi bahwa tidak ada kewajiban istri memperlihatkan penghasilan kepada suami. Namun jika yang ditanyakan boleh atau tidak, itu boleh, tergantung izin dari sang istri.

Hayoo anda ingin yang bagaiamana?...

Tetap saling menyayangi, menghormati dan mengasihi. Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang bertaqwa. Amien...

Kamis

Orang Ketiga Yang Membawa Kebahagiaan Keluarga

Agustus 13, 2009 3
Siapa sih yang rela ketika dalam suatu hubungan hadir orang ketiga. Walaupun hal ini bisa saja terjadi. Namun ada kalanya orang ketiga yang hadir dalam kehidupan kita akan membawa kebahagiaan. Anda pastinya juga pernah merasakan, bahkan sampai saat ini ada sebagian orang yang mendambakan kehadiran orang ketiga dalam kehidupan mereka.

Orang ketiga yang hadir dalam kehidupan rumah tangga kami adalah sebuah anugerah dari yang Maha Kuasa. Anugerah itu adalah seorang bayi kecil yang hadir pada tanggal 11 November 2009. Anda jangan berpikir dulu bahwa orang ketiga yang hadir adalah orang yang berusaha mengganggu hubungan kita, ternyata seorang anak juga bisa dkatakan sebagai orang ketiga, namun memberikan kebahagiaan.

Dalam kategori anak dan pendidikan ini sengaja saya memulai dengan menceritakan kebahagiaan kami ketika mendapatkan kehadiran anak kami. Orang ketiga yang kami beri nama Muhammad Hibatullah Hibrizi - yang maksud kami memberi nama adalah bahwa anak kami akan menjadi baik dan mengikuti Rasul-Nya Muhammad Saw. Dan juga sebagai hadiah yang indah dan gagah dari Allah Swt.

Dengan hadirnya si kecil orang ketiga membuat kami selalu kangen untuk selalu pulang kerumah. Ingin bermain, dan ingin selalu melihat perkembangan anak kami. Selalu berharap dengan penantian anak akan cepat besar bisa ini itu, nanti diajak gini gitu, seperti menanti dengan penuh penasaran setiap episode sinetron yang kita tonton.

Karena itu saudaraku bersyukurlah dengan karunia yang telah diberikan. Karena jika kita melihat kejadian di sekitar kita ternyata ada yang tega menyia-nyiakan anugerah yang diberikan, bahkan sampai tega menghilangkan nyawanya. Padahal dibalik itu semua, masih banyak menginginkan kehadirannya, namun tak kunjung datang jua. Semoga kita termasuk dalam golongan orang yang baik. Amien...


Tag: anak bermain hadiah karunia kehamilan

Selasa

Cara Mendapatkan Pasangan Baik saat Menikah

Agustus 11, 2009 2
Adalah sesuatu yang semakin saya percaya (Insya Allah) bahwa bila kita menginginkan sesuatu yang baik atas perbuaan kita adalah mengawali dan menjalani dengan baik. Alhamdulillah sampai saat ini semuanya terasa sudah terwujud. Inilah yang saya rasakan ketika mulai memutuskan untuk membentuk suatu rumah tangga dengan suami.

Cara Mendapatkan Pasangan Baik saat Menikah


Bila menilik hal-hal yang lalu, mungkin hal ini terasa mustahil karena tidak mungkin saya pungkiri. Saya pun sama seperti remaja putri lainnya, bahwa tidak mungkin menikah tanpa melalui proses berpacaran. Dan saya pun juga pernah dekat dengan anak laki-laki

Namun ada hal yang saya petik dari kedekatan yang terakhir, bahwa semua yang kita harapkan dari pasangan akan lebih terlihat saat awalnya namun lambat laun semakin hilang, anda tentu mengetahui maksud saya. Sampai hari-hari berikutnya saya mulai ragu dengan hal ini.

Alhamdulillah saat saya mulai bekerja, saya dekat dengan teman-teman yang memberikan warna berbeda dalam memandang suatu pernikahan. Karena memang dari teman-teman yang lebih dulu mengalami keindahan pernikahan yang di awali dengan baik.

Sampai pada suatu saat ada seorang teman yang memperkenalkan seorang ikhwan. Memang jika di nalar dengan pikiran orang awam ini sangat sulit memastikan yang baik. Bagaimana bisa?

Insya Allah jalannya benar dan baik, walau kami (saya dan suami) masih ada yang kurang sreg. Saya dikenalkan seorang ikhwan, dari pertemuan pertama hingga menikah, tetap dalam koridor yang dianjurkan.

Pada proses perkenalan, insya Allah semua sesuai koridor yang dianjurkan. Selama prses perkenalan, anda mungkin tidak percaya hal ini, katanya ;setelah menikah sih ceritanya, belum pernah menatap saya. Dari setiap pembicaraan tidak ada hal-hal lain yan dibicarakan selain syar'e dalam pernikahan dan rumah tangga. Kata sayang dan cinta tidak pernah terucap insya Allah tidak pernah terpikirkan. Dari proses ini ada yang kurang sreg bagi kami,yaitu ketika suami datang ke Balikpapan, kebetulan suami dari luar kota (Samarinda). Pasti datang tanpa kendaraan,kebetulan juga gak hapal jalan di Balikpapan,jadinya deh kita boncengan,walaupun hati mencoba menjaga,hati tetap gak sreg. Ya Allah ampuni dosa kami.

Proses selanjutnya adalah lamaran, lamaran dilakukan tidak lama setelah perkenalan,mungkin 2 bulan. Alhamdulillah tidak ada yang tidak sreg pada proses ini.

Proses yang terakhir adalah pernikahan dan segala prosesinya. Alhamdulillah lancar. Yang gak sreg di proses ini adalah kami bersanding berdua bersebelahan berdua ketika akad. Walaupun mata dan hati tidak saling melihat tetap saja gak sreg.

Proses terakhir adalah walimah, nah karena banyak berhubungan dengan pihak keluarga yang lain, maka ada hal-hal yang menurut kami berdua tidak sesuai keyakinan kami tetap mereka jalankan. Insya Allah niat kami sudah di nilai.

Dengan kata lain, kami memutuskan semua tanpa harus melalui pacaran yang menurut kami lebih banyak mudharatnya bahkan akan menimbulkan hal yang tidak kami inginkan.

Lalu bagaimana saya bisa yakin bahwa suami saya adalah orang yang tepat. Islam sebagai agama yang saya yakini telah mengajarkan, istikharah adalah jalan yang terbaik yang bisa membantu memutuskan disamping keyakinan kita akan janji Allah.
Berdoalah memohon kepadanya.

Apakah anda percaya? Jika anda menginginkan yang baik, mulailah dengan yang baik. Caranya bagaimana? Ya dalam memutuskan, ajaklah Allah, karena Allah yang Maha Mengetahui segala yang terbaik untuk kita. Benar kan?

Silahkan putuskan sekarang juga... Pilih jalan anda, terutama yang akan atau belum menikah,hehehe....
....................................................