![]() |
Ilustrasi Gambar: Dok (123RF) |
Dinar Emas dan Dirham Perak di Indonesia
Sebenarnya sejak abad ke-14 nenek moyang kita di Nusantara telah menggunakan dinar emas dan dirham perak sebagai alat pembayaran. Bahkan hingga Memasuki abad ke 19 nilai tetap tanpa ada inflasi atau perubahan nilai. Untuk lebih lengkapnya anda bisa membaca sejarah Dinar Emas dan Dirham Perak disini.
Bagaimanakah Dinar dan Dirham Islam?
Mungkin ini bisa menjadi panduan nilai dinar dan dirham. Berdasarkan Hukum Syari’ah Islam. Dinar Emas Islam adalah koin emas yang memiliki kadar 22 karat emas (917) dengan berat 4.25 gram. Dirham Perak Islam adalah koin perak yang memiliki kadar perak murni dengan berat 3.0 gram. Khalif Umar ibn Khattab menentukan standar antar keduanya berdasarkan beratnya masing-masing:“7 dinar harus setara dengan 10 dirham.” Telah menjadi ijma ulama sejak awal Islam dan pada masa para Sahabat dan Tabi’in bahwa Dirham menurut syari’ah adalah seberat 10 dirham.
Seperti sebelumnya pernah saya katakan bahwa Investasi Emas untuk Menjaga Aset Pribadi Anda Tidak Turun. Salah satu didalamnya saya sebutkan sebagai contoh penghalang inflasi adalah Dinar Islam.
Penggunaan Dinar Emas dan Dirham Perak Islam.
Dinar Islam bisa digunakan sebagai alat pembayaran di jaman saat ini berdasarkan kurs yang ada. Bahkan dibeberapa tempat ada yang namanya acara pasaran yang menggelar transaksi jual beli dengan dinar dan dirham Islam. Perdagangan ini digunakan secara sukarela demi menjaga syariah mu'amalah Islam. Apakah anda juga mau???
Penggunaan selanjutnya adalah sebagai alat pembayar zakat dan mas kawin yang sesuai dengan ketentuan syari'ah. Ada beberapa perkawinan yang menggunakan dinar dan dirham sebagai mas kawinnya. Tidak ada kekhawatiran didalam penggunaannya.
Penggunaan yang terakhir adalah sebagai simpanan dan tabungan investasi sebagai penjaga aset anda. Karena berkadar emas dan perak, maka nilai inflasinya adalah nol. Ini seperti emas yang memiliki nilai inflasi nol persen. Ini juga cocok untuk anda yang ingin mempersiapkan dana pensiun atau ingin pergi haji.
Dimanakah bisa membeli Dinar Emas dan Dirham Perak Islam?
Untuk di Indonesia ada dua tempat pembelian Dinar Emas dan Dirham Perak Islam. Tempat tersebut adalah Gerai Dinar dan Wakala Nusantara.
Gerai Dinar adalah sebuah Layanan jual beli yang memiliki agen di seluruh Indonesia. Pengeluaran produknya oleh Logam Mulia, PT. Aneka Tambang TBK, dan sejak Mei telah bekerjasama dengan Perum PERURI sebagai perusahaan pemerintah dalam hal mencetak uang. Produknya juga bersertifikat oleh Logam Mulia, Aneka Tambang dan PERURI. Silahkan kunjungi Gerai Dinar disini.
Wakala Nusantara adalah juga layanan jual beli Dinar Emas dan Dirham Perak Islam. Wakala Nusantara adalah jaringan Wakala Dunia. Yang Di Indonesia dibawah otorisasi Amirat Indonesia dan mendapatkan akreditasi World Islamic Trade Organization (WITO) yang dipimpin oleh Prof. Umar Ibrahim Vadillo merupakan bagian dari gerakan Umat Muslim di segenap penjuru dunia. Sertifikat dari WITO jadi lebih pasti untuk urusan international dan dunia Islam seluruh dunia. Silahkan Kunjungi Wakala Nusantara disini.
Kedua Distributor tersebut memiliki kelebihan masing -masing, silahkan pilih sesuai keinginan anda. Yang satu sertifikat Indonesia dan yang satunya sertifikat WITO. Untuk Wakala bersifat sebagai alat tukar sedangkan di gerai Dinar bersifat Investasi. Secara syariah Dinar dan Dirham adalah alat tukar, jadi lebih baik membeli untuk tujuan syariah.
Bagaimana? apakah anda siap untuk memiliki Dinar Emas dan Dirham Perak Islam untuk kebutuhan dan penggunaan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan khawatir, Nilainya likuid sehingga bisa dirupiahkan secepatnya. Semoga artikel ini bermanfaat.
Tag: dirham dinar emas perak zakat investasi tabungan islam syariah alat bayar investasi
setuju saya mas.. dari zaman nabi hingga kini, harga satu dirham atau dinar emas, perak dsb cenderung konstan gak seperti yang lainnya :) pas buat investasi
BalasHapusWah saya baru tau nih yg begini
BalasHapussaya ingin rupiah segera pensiun sebagai alat pembayaran resmi, digantikan oleh dinar/dirham
BalasHapusjadi ingat ama recehan pas pulang dari mini market,,, kebanyakan sepulang dari mini market uang recehannya aq tabung... buat kalo terdesak mo beli rokok batangan... he..he..
BalasHapuswah, boro2 emas deh. hehehe...duit rupiah aja susah mendapatkannya.
BalasHapusiya sih kalau nyimpen emas gak turun nilainya.
BalasHapusini review ya?
#Narti:
BalasHapusNggak mbak, ini cuman tulisan postingan biasa...
di depok ada loh toko2 yang menggunakan dirham sebagai alat transaksinya
BalasHapus#Lidya:
BalasHapusIya mbak,,, di beberapa toko di Jabodetabek sudah banyak yang menggunakan dirham sebagai alat transaksinya... Bahkan toko komputer lagi...
Setahu saya beli di logam mulia langsung juga bisa deh :)
BalasHapusSaya setuju2 aja mbak jika dinar dan dirham sebagai alat bayar, dan lain2. Kalau gak salahkan lebih stabil dari dollar ya mbak? #IniKomentarSotoy :p
BalasHapusPerlu lebih dimasyarakatkan dan digalakkan lagi penggunaan dirham atau dinar ini. Di masyarakat masih jarang orang membicarakan mengenai dinar dan dirham.
BalasHapuskayaknya pakde belum siap, karena memang belum punya dana untuk membelinya he he he...
BalasHapustakkan rugi gan kalau berinvestasi emas ini
BalasHapuscuma terkadang takutnya hilang dicuri orang bila disimpan di rumah
wah, menambah pengetahuanku lagi nih, makasih ya sob..
BalasHapuswah bagus banget tw,,, :)
BalasHapus