Senin

Indonesia Surga Bagi Perokok

Cerita Keluarga kali ini mencoba mengungkapkan isi hati atau mungkin bisa dibilang sebuah opini. Berkenaan dengan pengalaman dan pemberitaan yang ada baik secara audio maupun secara visual. Mudah-mudahan judul ini tidak menimbulkan kontroversi ya??? Agak khawatir nie posting dengan judul Indonesia Surga Bagi Perokok.

Indonesia Surga Bagi Perokok
Buat kami yang ingin mengungkapkan perasaan ini cukup beralasan. Dari beberapa pengalaman di beberapa tempat bisa dikatakan Indonesia Surga Bagi Perokok. Banyak kejadian di tempat umum yang begitu bebasnya orang merokok, walaupun sudah ada fatwa haram merokok di tempat umum. Trus apa gunanya fatwa??? Maaf bila ada yang tersinggung.


Sewaktu naik bis Jurusan Samarinda Balikpapan. Bus yang kami naiki adalah bus AC ternyata tidak menjamin bebas asap rokok. Supir merokok, keneknya juga merokok. ketika sang ayah protes seperti diajak berkelahi. Di angkutan kota juga sempat mendapati sopirnya merokok, ada penumpang yang merokok. Di Rumah sakit yang notabene nya adalah tempat orang dirawat untuk memulihkan kesehatan juga masih banyak dijumpai orang merokok. Di masjid, sekolah, dijalan-jalan, kantor pemerintahan, dan banyak tempat lainnya masih banyak dijumpai orang yang dengan bebas mengepulkan asap rokoknya.

Tentunya masih segar dalam ingatan sosok SW bocah kecil berusia 4 tahun yang sudah dengan lihainya memegang dan menghisap asap rokok. Ternyata surga rokok Indonesia bukan hanya untuk orang dewasa, tetapi juga untuk anak-anak bahkan balita. Sedemikian parahkan candunya rokok di negeri kita tercinta ini?

Pernah juga melihat Bapak muda sambil mengendong bayinya sembari mengepulkan asap rokoknya. Buat orang tuanya kami tidak peduli, namun sangat kami sayangkan asap rokok tersebut walaupun sedikit pastinya ada yang mengenai sang bayi. Apakah sikap seperti ini untuk menyayangi anaknya?

Bila Indonesia semakin menjadi surga bagi perokok, maka tak pelak akan menjadi neraka bagi kita yang bukan perokok. Karena menurut hasil penelitian yang pernah kami baca, perokok pasif lebih rawan mendapatkan bahaya asap rokok dari para perokok. Sungguh perbuatan yang tidak adil menurut kami... Bagaimana menurut anda???

Bagi sobat perokok sekalian mohon maaf bila tulisan ini membuat anda menjadi tersinggung. Bukan bermaksud menggurui, ini hanya sekedar beropini sebagai kerangka pembersih hati. Kita bukan hidup sendiri ada orang lain juga yang ingin menikmati karunia udara ini...

Salam.

30 komentar:

  1. semoga dengan adanya peraturan di larang merokok di tempat umum akan mengurangi polusi...,

    BalasHapus
  2. Saya perokok
    tapi tau aturannya klu ditempat yg dilarang yaaa ga ngerokok.ky yg ber AC gitu yaaa ngaa boleh.

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah saya dapet suami yang bukan perokok, tapi Mama dan keluarga besar saya sampe Nenek merupakan perokok. Tapi Beliau2 itu tau aturan kalo merokok tidak di dalam rumah karena ada Zahia.

    Betul Pak, saya juga pernah dari Pontianak mo ke Miri naik bis, di awal perjalanan supirnya ngerokok padahal bis pake AC. Ditegor dia bilang sayang, tunggu rokoknya habis dulu. Walahhh, gaswat ni yang begini!

    Semoga mereka2 para perokok paham bahwa merokok silahkan saja dilakukan, asalkan tidak di tempat2 umum yang misalnya saja ada baby, ato kendaraan pake AC, dll. Istlahnya mah merokok juga harus liat situasi dan kondisi :-)

    BalasHapus
  4. Yah kita sadar aja... kalo merokok jangan sampai seenaknya. Ayahnya juga dulu perokok, tetapi sejak mengutarakan ingin menikah akan berhenti merokok. Ternyata sampai sekarang tidak merokok aktif, tetapi lebih sering jadi perokok pasif pada tempat-tempat tertentu....

    BalasHapus
  5. saya jika terpaksa keluar rumah ke tempat umum selalu membawa sapu tangan basah ..... menutup hidung rapat2 jika ada asap rokok disitu .... khawatir dengan janin di dalam perut saya .... adakah kaum perokok khawatir perbuatannya bisa merugikan orang lain?

    BalasHapus
  6. suamiku juga perokok, tapi dia lumayan 'tau firi' untuk tidak merokok di sembarang tempat...

    salam kenal keluarga budi mulyono :-)

    BalasHapus
  7. itulah pak yang sy khawatirkan. sebagai perokok pasif dampaknya lebih berbahaya, karena dapet asap sisa dari yang aktif... :(

    BalasHapus
  8. Setuju dengan tulisan anda, walaupun saya merokok kalau dalam satu ruangan semuanya merokok!

    BalasHapus
  9. Sewaktu saya masih SMA habis 2 bungkus sehari, tapi sekarang berhenti. Kenapa? Karena dari pada uang dibakar lebih baik untuk kebutuhan isteri dan anak-anak!

    BalasHapus
  10. diriku akui diriku perokok... tapi kalo ditempat umum kook ya kebangetan ya?

    BalasHapus
  11. aku juga sebel kalo liat orang ngrokok di tempat umum bos

    BalasHapus
  12. Itu memang berasal dari kesadaran masing2 individu... terkadang banyak org yg cuek dgn sekitarnya...

    BTW saya mau numpang info sesuatu ni bang :

    Aslm. Sodaraku sesama muslim. Brkaitan dgn munculnya sebuah blog yg mnistakan agama Islam yaitu

    http://beritamuslim.wordpress.com/

    mka dihrpkan kaum muslim sklian diharap sbar dan jgn mnuduh agama lain sbg plakunya krn ini murni ksalahan individu itu sndiri (pnulis blog yg blum dktahui orgnya). Motif plaku sndiri blm dkt...hui. Jgn trtipu dgn foto pnulis&jdul blog itu. Terimakasih byk

    nb: himpun blogger dan hacker muslim utk mengusut kasus ini dan memblokir blog tsb sbelum trjadi sesuatu yg mmbhyakan krukunan antar umat bragama di Indonesia.

    _Tlg sebarkan tulisan ini_

    BalasHapus
  13. wah betul sekali .... hee
    untung saya tidak perokok .....

    BalasHapus
  14. semoga untuk kedepan ... rokok bisa di kurangi .. yah...

    BalasHapus
  15. pemerintah memang belum sepenuhnya sadar dan perhatian akan kesehatan masyarakat.

    kebiasaan masyarakat yang rata2 perokok menjadikan pemerintah agak longgar dalam penetapan kebijakan.

    MUI dengan fatwanya pun g sanggup mengurangi itu.

    kita senantiasa memanjatkan doa memohon perlindungan dari bahaya2 semacam itu

    BalasHapus
  16. di anggota thetekter hampir semuanya peroko tapi kami selalu mengimbanginya dengan olahraga..,

    BalasHapus
  17. saya perokok...
    tapi klo ngeliat orang ngerokok seenaknya sendiri kadang merasa kesal juga.

    BalasHapus
  18. merokok? tidaklah. lebih baik dibelanjakan ke hal-hal lain yang tidak membahayakan diri sendiri apalagi orang lain

    BalasHapus
  19. keluargaku banyak juga yang perokok dan yang menyedihkan aku ga bisa nafas klo ada asap rokok....

    BalasHapus
  20. Assalamu'alaikum,
    Saya paling tidak suka sama asap roko yang sangat mengganggu, saya harap para perokok sadar untuk tidak merokok ditempat umum yg mengganggu orang lain (Dewi Yana)

    BalasHapus
  21. betul..betul..betul...Mohon bagi para perokok untuk dapat berbagi sehat dengan semua orang.Salam Sukses dari Ampah.

    BalasHapus
  22. Kecanduan rokok identik dengan kecanduan narkoba. Berapapun harganya pasti dibelinya. Berapapun beratnya sanksi tidak takut, tetap dijalani. Itulah namanya kecanduan. Segala sesuatu perbuatan kalau sudah kecanduan susah dilarangnya. Betul khan ???

    BalasHapus
  23. moga aja poLusi smkin brkurang dngan ada'y larangan merokok d tmpat umum...

    BalasHapus
  24. saya bukan perokok, dan saya prihatin karena merokok menyebabkan kecanduan..... akhirnya suka buang2 duit hanya untuk rokok :(

    BalasHapus
  25. sedikit brcerita,ktika brbincang2 dgn bbrp anak muda yg perokok,sy brtanya kpn mrokok dan bgmn bisa?kbanyakan mereka mnjawab sejak umur (sekitar) 11 th,dan rata2 dr mereka diajarkn oleh orangtua (ada yg mnjawab ayah kndung,yg lain paman,dll) katanya:bukan laki2 jika tidak bisa merokok!!
    kjantanan dnilai dari rokok
    nah..miris kan
    klo saya sih jelas bukan perokok!saya benci merokok..tp tidak melarang merokok,silakan merokok asal jgn dibakar!!!klo pun dibakar jgn ada asap!nah gmn tu...

    BalasHapus
  26. Assalamu'alaikum,

    Betul sekali negeri ini adalah sorga bagi perokok. Perokok bisa dengan leluasa merokok di mana saja, di masjid, pesantren, sedang mengikuti pengajian, di RS, apotek, ruang tunggu dokter, apalagi di kendaraan umum. Padahal semua ulama sepakat rokok itu tidak halal.

    Seorang ulama yang kini menjadi pimpinan ormas Islam yang besar berbicara dalam debat terbuka sambil merokok. Acara itu berlangsung tahun lalu yang diselenggarakan oleh Forum Kiai Muda Jatim. Video acara tersebut dipasarkan secara luas.

    Terima kasih.
    Salam.

    BalasHapus
  27. padahal merokok itu berbahaya ya,,, baik bagi diri sendiri ataupun pada orang lain,,
    namun lebih berbaaya pada perokok pasif...
    makanya saya tidak suka orang yg merokok di dekat saya...
    harusnya ad UU ya yang mengatur akan hal ini??

    BalasHapus
  28. harus segera ditindak lanjuti ini agar tidak bertambah banyak lagi

    BalasHapus

PERHATIAN !!!!

Berkomentarlah sesuai dengan artikel yang dibaca.

Berkomentarlah untuk memberikan pendapat yang bisa digunakan untuk membangun blog ini menjadi lebih baik.

Jangan Tinggal link hidup di dalam komentar!!!

Jangan promo barang (jika referensi pengetahuan silahkan), berbau judi dan sara.