Nilai bahasa Indonesia 5,33 seharusnya tidak lulus kan??? setuju??? Berdasarkan aturan waktu dulu (jaman SMA Ayah) bila nilai Bahasa Indonesia, Agama dan Kewarganegaraan (Pendidikan Pancasila / PPKN = Jaman ayah seklah dulu) dibawah 6 maka tidak lulus, paling tidak mengulang ujiannya, tetapi tidak dengan ayah yang tetap lulus aja tanpa harus mengulang dan nilai di ijazah Ebta tetap ditulis 5,33. Koq bisa ya???
Cerita dimulai dengan berakhirnya Ujian Nasional (Ebtanas kalo jaman dulu), semua siswa mulai mengurus surat kelulusan, surat jalan dari RT ke Kelurahan ke Kecamatan. Info-info tempat kos di kota yang akan dituju sudah dicari. Padahal belon ada tuh pengumuman sudah dinyatakan lulus atau nilainya berapa atau ada ujian ulang tidak, Percaya diri semua, termasuk ayah yang begitu percaya diri.
Akhirnya setelah semua dokumen sudah siap ayah berangkat ke Bandung untuk melanjutkan studi. Baru seminggu menghubungi pihak sekolah untuk meminta dikirimkan Ijazah dan Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) beserta legalisir, namun berita mengagetkan diterima dari suara di seberang yang terdengar di pesawat telepon; "sebenarnya budi tidak lulus lho karena nilai Bahasa Indonesianya 5,33." Bagai disambar petir rasanya. Dengan suara halus bertanya "Jadi gimana Bu, apakah saya harus kembali ke Samarinda untuk ujian ulang? Jauh lho Bandung Samarinda (Lha iya pake mampir-mampir kemana-mana, jadi jauh dan lama)??? Terdengar suara tawa dari gagang telepon yang masih dipegang "belum selesai Ibu ngomong Bud... Berhubung kamu sudah di Bandung tetap diluluskan, tetapi berusaha yang lebih baik ya... bla bla bla"rasa disambar petir hilang dan tersirami air hujan.
Setelah bertanya lagi, ternyata nilai 5,33 itu sudah dibantu dengan tugas harian juga,,, berarti berapa nilai aslinya ya??? Ya Allah separah inikah suamiku??? Gak kepikir bagaimana dengan kerjnya yang banyak berkomunikasi dengan klien-klien kantor. Ternyata hal ini tidak berpengaruh, dan bila didengar bahasa komunikasi resminya terdengar baik.
Ternyata cerita tidak berhenti sampai disitu. Cerita dari teman-teman kuliah. Ketika kuliah setiap semester ganjil ayah mengulang Mata Kuliah Bahasa Indonesia. 1 Kali ikut kelas wajib (Semester 1), 1 Kali ikut Repeat - Mengulang Ujian (Semester 3), 2 Kali ikut Resheet - Mengulang Kelas (semester 5 & 7). Bahkan karena dosennya sudah bingung, semester 7 daripada gak lulus hanya karena Bahasa Indoensia, akhrnya ujiannya cuman mengarang (Kayak anak SD aja). Dan Alhamdulillah lulus dengan nilai C.
Ternyata suamiku selain memiliki sikap childish (kekanak-kanakan) juga mendapatkan nilai Bahasa Indonesia 5,33. Postingan lagi pusing nie, ayah lagi sakit, abis jaga malam (siskamling) bawaannya marah-marah aja. Gak bisa diganggu, kalo minta tolong suka gak nyambung, pake minta dikupasin brownies dari tempatnya. Memang ada brownies dikupas? Semoga ayah cepet sembuh, biar gak marah-marah lagi hehehe... We always love you...
Cerita dimulai dengan berakhirnya Ujian Nasional (Ebtanas kalo jaman dulu), semua siswa mulai mengurus surat kelulusan, surat jalan dari RT ke Kelurahan ke Kecamatan. Info-info tempat kos di kota yang akan dituju sudah dicari. Padahal belon ada tuh pengumuman sudah dinyatakan lulus atau nilainya berapa atau ada ujian ulang tidak, Percaya diri semua, termasuk ayah yang begitu percaya diri.
Akhirnya setelah semua dokumen sudah siap ayah berangkat ke Bandung untuk melanjutkan studi. Baru seminggu menghubungi pihak sekolah untuk meminta dikirimkan Ijazah dan Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) beserta legalisir, namun berita mengagetkan diterima dari suara di seberang yang terdengar di pesawat telepon; "sebenarnya budi tidak lulus lho karena nilai Bahasa Indonesianya 5,33." Bagai disambar petir rasanya. Dengan suara halus bertanya "Jadi gimana Bu, apakah saya harus kembali ke Samarinda untuk ujian ulang? Jauh lho Bandung Samarinda (Lha iya pake mampir-mampir kemana-mana, jadi jauh dan lama)??? Terdengar suara tawa dari gagang telepon yang masih dipegang "belum selesai Ibu ngomong Bud... Berhubung kamu sudah di Bandung tetap diluluskan, tetapi berusaha yang lebih baik ya... bla bla bla"rasa disambar petir hilang dan tersirami air hujan.
Setelah bertanya lagi, ternyata nilai 5,33 itu sudah dibantu dengan tugas harian juga,,, berarti berapa nilai aslinya ya??? Ya Allah separah inikah suamiku??? Gak kepikir bagaimana dengan kerjnya yang banyak berkomunikasi dengan klien-klien kantor. Ternyata hal ini tidak berpengaruh, dan bila didengar bahasa komunikasi resminya terdengar baik.
Ternyata cerita tidak berhenti sampai disitu. Cerita dari teman-teman kuliah. Ketika kuliah setiap semester ganjil ayah mengulang Mata Kuliah Bahasa Indonesia. 1 Kali ikut kelas wajib (Semester 1), 1 Kali ikut Repeat - Mengulang Ujian (Semester 3), 2 Kali ikut Resheet - Mengulang Kelas (semester 5 & 7). Bahkan karena dosennya sudah bingung, semester 7 daripada gak lulus hanya karena Bahasa Indoensia, akhrnya ujiannya cuman mengarang (Kayak anak SD aja). Dan Alhamdulillah lulus dengan nilai C.
Ternyata suamiku selain memiliki sikap childish (kekanak-kanakan) juga mendapatkan nilai Bahasa Indonesia 5,33. Postingan lagi pusing nie, ayah lagi sakit, abis jaga malam (siskamling) bawaannya marah-marah aja. Gak bisa diganggu, kalo minta tolong suka gak nyambung, pake minta dikupasin brownies dari tempatnya. Memang ada brownies dikupas? Semoga ayah cepet sembuh, biar gak marah-marah lagi hehehe... We always love you...
kunjungan pertama...dan berharap ttp silaturrahim dan bertukar link...
BalasHapusane dah pasang link nya
di blog english ku.
untuk suami mbak semoga cepat sembuh...
jd ingat nilai ijazah sma Ku bhs indonesia jg merah..hehehe
tp alhamdulillah lulus.., bs kuliah dan bs bekerja mpe skrg
Dan denger-denger UN tahun ini nilai Bahasa Indonesia anak-anak kok pada rendah ya, padahal kan Bahasa Indonesia adalah bahasa negara sendiri, ....
BalasHapusmasa nilai bahasa serendah itu? mungkin kurang belajar aja
BalasHapusassalamu'alaikum ...
BalasHapussilakan kunjungi http://4antum.wordpress.com/2011/07/27/salam-ketupat-cinta-ramadhan-4antum/
thx ...
salam 4antum ...
^_^
semoga lekas sembuh ya. kalau nilai kelulusan saat ini saya kurang mengerti
BalasHapuskunjungan perdana... di blog ini....sambil baca2 gan, tks
BalasHapusSelamat malam,,.
BalasHapuslekas sembuh ya,,.
salam kenal kawan....
BalasHapussemoga cepat sembuh y...
Bo'ong niii....
BalasHapusMasak nilai bahasa indonesia segitu?
tapi lulus kan hhe :D
BalasHapussaya doakan cepat sembuh ya sob...
BalasHapusmasak nilai bahasa Indonesia dapat 5,33? yg bener sob?
waduh banyak yang gak percaya ya,,, bapak sama ibuku aja gak percaya, hanya Allah, Guru dan dosenku yang tau hahahaha...
BalasHapusIni beneran lho...
baik belum tentu benar mbak
BalasHapusitulah perkataan yang pernah dilontarkan Guru Bahasa Indonesia-ku di SMA dulu
lebih seneng belajar bhs Jerman kali Bu, jadi nilai Bhs Indonesianya segitu, hehe. Eh, pesen brownies kupasnya juga dong Bu...hehe
BalasHapusbelajarlah buku bahasa indonesia,,,,agar pinter
BalasHapus